Pasca Surabaya Vaganza 2026, DLH Sudah Perbaiki 10 Taman yang Rusak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah petugas saat memperbaiki taman Surabaya usai Vaganza 2026.  SP/ SBY
Sejumlah petugas saat memperbaiki taman Surabaya usai Vaganza 2026.  SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan terkait kerusakan pada sejumlah taman di Kota Surabaya pasca gelaran Surabaya Vaganza 2026 lewat video yang di unggah di media sosial terkait penonton menginjak area rumput, kini sudah mendapatkan penanganan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, M Fikser membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut terdapat 10 titik taman yang mengalami kerusakan akibat di injak penonton. Selain itu, pihak DLH juga telah melakukan pembersihan sejak acara selesai digelar.

"Ada 10 titik taman ya. Lokasi tersebut memang dilalui jalur Surabaya Vaganza. Tapi taman rusak itu tidak rusak semua, ada sebagian, karena memang antusias masyarakat kan cukup tinggi. Lalu tadi pagi sampai sore hari ini, alhamdulillah 10 titik lokasi itu sudah diperbaiki semua oleh teman-teman Satgas Taman ya," jelasnya, Senin (18/05/2026).

Sementara itu, adapun taman yang mengalami kerusakan paling parah berada di area dekat Alun-alun Surabaya. Fikser menyebut lokasi tersebut menjadi titik finish acara sehingga dipadati penonton, hal itu dipicu tingginya antusias penonton yang membuat banyak warga ingin menonton dari dekat. Padahal dari pihak DLH sendiri telah memasang tali pembatas di sejumlah area taman tersebut.

Meskipun demikian, kerusakan taman disebut tidak sepenuhnya parah. Beberapa titik taman juga memang sudah waktunya dilakukan pembenahan. Dan untuk mencegah kejadian serupa terulang, DLH akan lebih menggencarkan sosialisasi terkait pentingnya menjaga taman kota. Selain itu, DLH juga akan mengevaluasi penggunaan pembatas taman agar tetap aman tanpa mengganggu mobilitas warga saat acara berlangsung

Fikser juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik karena merupakan milik bersama dan digunakan secara bersama-sama. "Karena kalau semua diharapkan pemerintah untuk yang tegur, melarang, kita kan juga ada keterbatasan ya. Terus kalau kita memasang barrier yang lebih kuat, nanti juga justru di bawah itu warga ketika bergerak bisa saling kejepit," imbuhnya. sb-03/dsy

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …