Selama Sebulan Terakhir, Pemakaman Prosedur Covid-19 di Surabaya Nihil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemakaman jenazah pasien Corona. SP/CNN
Pemakaman jenazah pasien Corona. SP/CNN

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Kasus pemakaman yang dilakukan dengan protokol kesehatan di Kota Surabaya sejak Oktober lalu terpantau tak ada atau nihil. Hal ini terjadi seiringan dengan menurunnya kasus Covid-19 di Kota Pahlawan. "Sekarang sudah nol kasus dan terus kami laporkan kepada Pak Wali," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH)  Surabaya, Anna Fajriatin.

Data dari DKRTH Surabaya, sejak Oktober 2021, prosesi pemakaman jenazah menggunakan prokes sudah nol kasus, baik di TPU Keputih dan TPU Babat Jerawat, yang selama ini menjadi tempat pemakaman dengan prokes, kini telah nol kasus. Hingga saat ini, persentase angka kematian di Surabaya sekitar 3,9 persen.

Rendahnya angka kematian di Surabaya akibat Covid-19 ini pun menempatkan Surabaya dalam lima besar tingkat kematian terendah. Suksesnya pemerintah kota Surabaya untuk menekan kasus kematian akibat Covid-19 juga berkat kerja pentahelix, terutama dengan menyiapkan tempat perawatan cukup banyak.

Selain dengan Rumah Sakit, dan RS darurat, Pemkot juga menyiapkan banyak tempat Isolasi terpadu di seluruh kelurahan se-Surabaya. Selain obat-obatan, fasilitas kesehatan juga disiapkan.

"Sehingga, masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat, bisa segera ditangani," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

Selain dengan pencegahan secara masif, Pemkot juga berupaya membangkitkan kesadaran untuk bersama patuh prokes.

Caranya, selain dengan cara sosialisasi secara humanis, juga dengan sanksi mendidik, misalnya pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga level 4 di Surabaya Juli lalu atau saat ledakan kasus Covid-19.

Untuk memberikan sanksi bagi yang melanggar jam malam, Pemkot mengajak pelanggar mengikuti tour of duty ke Makam Keputih.

Para pelanggar akan melihat banyaknya jenazah yang antre untuk dikuburkan saat itu."Petugas hingga tengah malam masih melakukan pemakaman jenazah. Biar dilihat sendiri, ini loh dampaknya kalau tidak jaga kesehatan," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto.

"Pemkot menyediakan bus yang akan mengajak para pelanggar. Seusai dari TPU, mereka juga akan diajak ke RS rujukan Covid-19. "Banyak RS yang IGD-nya ditutup karena sudah penuh. Jadi biar sadar dari hatinya," katanya.sb2/na

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…