Sungai Tercemar, DLH Pasuruan Digeruduk Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga dan perangkat desa menggeruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
Warga dan perangkat desa menggeruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Warga dan perangkat desa menggeruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/11) petang.

Mereka meminta kepada dinas terkait untuk memberi sanksi kepada PT Harapan Abadi Tekstil Indonesia (HATI) yang diduga membuang limbah ke Sungai Kambeng.

Warga yang tinggal di sekitar sungai resah lantaran kondisi air mulai berubah warna sehingga mengganggu aktivitas mereka. Keadaan itu dirasakan bertahun-tahun oleh warga di sana, namun tidak ada tindakan yang tegas dari pihak DLH Kabupaten Pasuruan.

Aparatur Desa Bulusari, Hari, membenarkan air Sungai Kambeng berwarna pekat dan menjadi polemik antarwarga di wilayahnya. Bahkan, pihaknya kerap menerima akibat berupa fitnah dari warga atas tercemarnya Sungai Kambeng. 

“Kami berusaha mentolelir kondisi tersebut, lantaran ada warga yang bekerja di sana. Tapi, mohon dimengerti dan dipahami. Agar limbahnya ditangani dengan baik,” ujarnya, Rabu (17/11).

Ia memaparkan, pencemaran sungai itu tidak hanya dirasakan oleh warga dari beberapa dusun di Desa Bulusari, tetapi juga oleh berdampak bagi warga Ngerong, Jerukpurut, dan Wonosari. Diduga kuat, PT HATI yang berdiri di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, menjadi biang persoalan limbah di Sungai Kambeng.

Karena itu, Hari bersama warga setempat mendesak agar perusahaan memproses limbahnya dengan baik. Selain itu, meminta perusahaan mengembalikan baku mutu air yang tercemar dan meningkatkan kepedulian untuk masyarakat.

Pencemaran sungai Kambeng menjadi sorotan dari Aktivis di Kabupaten Pasuruan, Ismail Maki. Ia meminta dinas terkait tidak berpangku tangan dengan kondisi pencemaran tersebut karena masyarakat sekitar merasakan dampaknya.

“Harus ada tindakan. Jangan hanya pencemaran lingkungan tersebut dibiarkan,” kata Ismail.

Sementara itu, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pasuruan, Samsul Arifin, yang menemui warga berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga. Ia akan meminta PT HATI melakukan perbaikan secepatnya agar limbah yang dibuang sesuai dengan baku mutu, sehingga Sungai Kambeng tidak tercemar.

Kata Samsul, DLH Kabupaten Pasuruan juga melakukan evaluasi karena dari hasil monitoring, ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan PT HATI. Salah satunya berkaitan dengan izin lingkungan berupa pembuangan limbah yang kurang memenuhi. Ia memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penindakan berupa teguran paksaan.

“Ada tahapan-tahapan sanksi. Mulai dari teguran, denda, hingga pembekuan izin. Jadi, kami sudah melangkah dengan memberikan teguran. Dan sanksi itu bisa ditingkatkan, kalau rekomendasi kami tidak diindahkan sebagaimana ketentuan,” urai Samsul.

Terpisah, HRD PT HATI, Nurholil, menegaskan jika perusahaannya baru beroperasi setahun terakhir. Apa yang menjadi rekomendasi DLH, tengah dilakukan oleh pihaknya.

Menurutnya, pencemaran sungai setempat, sejatinya bukan hanya dilakukan oleh perusahaannya. Karena, dari hulu, sungai setempat sebenarnya sudah tercemar. 

“Harapan kami, ada tanggung renteng dengan perusahaan yang lain. Jangan hanya perusahaan kami yang disalahkan,” ucap Nurholil.

Dikatakan Nurholil, perhatian terhadap warga sejatinya sudah dilakukan. Memang, belum menyeluruh. Tapi baru berdasarkan ring wilayah serta di sesuaikan kebutuhan ke kapasitas produksi.

“Tapi, tetap akan kami upayakan. Baik CSR maupun perekrutan karyawan untuk memprioritaskan warga sekitar,” sampainya. 

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…