Anggota DPRD Gresik Gelar Public Hearing Terhadap Ranperda Inisiatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi IV DPRD Gresik Atek Ridwan saat menggelar public hearing di kediamannya, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik. SP/Grs
Anggota Komisi IV DPRD Gresik Atek Ridwan saat menggelar public hearing di kediamannya, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Para anggota DPRD Gresik mulai melakukan public hearing untuk memperoleh masukan dari masyarakat terhadap empat ranperda inisiatif tahap dua yang sudah mereka ajukan.

Satu diantara empat ranperda tersebut adalah Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kearsipan Daerah.

Sebagai seorang inisiator ranperda, Atek Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Gresik juga telah menggelar kegiatan dengar pendapat (public hearing) dengan masyarakat di sekitar kediamannya, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada Ahad (21/11) pekan lalu.

Menurut Atek, ranperda perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2013 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan kearsipan & perpustakaan daerah diperlukan untuk merespon perkembangan zaman.

"Sistem informasi dan teknologi berkembang dengan cepat, perubahan ini untuk merespon hal tersebut, perputaran digital atau e-library," ungkapnya.

Atek yang juga sekretaris DPD Partai Golkar berharap melalui perda ini pemerintah menjadikan perpustakaan program prioritas selain pendidikan.

"Pemkab harus memprioritaskan masalah ini, kalau perlu 5 persen dari anggaran sekolah diperuntukkan untuk pengelolaan perpustakaan," tegasnya.

Sementara itu, tim ahli dari Universitas Negeri Jember Mohammad Hudi menyampaikan peran penting perpustakaan dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

Yaitu, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, selaras dengan itu pemerintah daerah bertanggung jawab  mencerdaskan masyarakat daerah.

Mohammad Hudi menjelaskan bahwa peningkatan kecerdasan kehidupan bangsa bisa dicapai dengan menumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berupa karya tulis, karya cetak dan atau karya rekam.

"Untuk itu perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi," ucapnya. 

 

 

Berita Terbaru

Komisi D DPRD Jatim Kawal Ketat Proyek Pipa SPAM Mojolagres 9M, Khusnul Arif: Kami Agendakan Sidak

Komisi D DPRD Jatim Kawal Ketat Proyek Pipa SPAM Mojolagres 9M, Khusnul Arif: Kami Agendakan Sidak

Senin, 13 Jul 2026 07:43 WIB

Senin, 13 Jul 2026 07:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan mengawal ketat pelaksanaan proyek penggantian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) R…

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…