Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Dorong Maksimalkan Layanan Lontong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke kantor kelurahan
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke kantor kelurahan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Guna melihat langsung efektivitas layanan Lontong Kupang dari Pemerintah Kota Surabaya melalui sinergi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya yang di-launching September lalu, Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) Surabaya Laila Mufidah lakukan kunjungan ke kantor-kantor kelurahan. 

Kali ini, Senin (12/12), Laila Mufidah mengunjungi beberapa kantor kelurahan di Surabaya, diantaranya Kelurahan Kendangsari, Tenggilis Mejoyo. Setelah berbincang dengan para pejabat kelurahan, Laila menuju mesin e-kios yang berada di kantor tersebut. 

Politisi yang juga menjadi Ketua DPC Perempuan Bangsa tersebut sempat menjelaskan, Lontong Kupang adalah Layanan Online dan Terpadu Melalui One Gate System yang memudahkan masyarakat dalam hal pengurusan peradilan pernikahan yang belum tercatat, sekaligus kepemilikan dokumen kependudukan. Layanan tersebut dapat diakses melalui online. 

Dengan adanya Lontong warga Surabaya diharapkan dapat mengurus peradilan pernikahan yang belum dilaporkan secara resmi ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan Disdukcapil tanpa harus datang ke kantor terkait karena dapat dilakukan secara online. 

"Layanan ini bagus, karena memudahkan warga dalam pengurusan legalitas pernikahan sekaligus dokumen kependudukan. Terlebih, di tengah pandemi ini layanan online memang sangat efektif," ungkap Laila Mufidah Senin, (12/12). 

Selain itu, Lanjut Laila, warga juga terkadang malu untuk datang langsung ke kantor demi mengurus legalitas pernikahan. Adanya layanan Lontong Kupang menjadi jawaban. Sebab, layanan bisa diakses lewat smartphone dengan mudah. 

Namun, dalam sidak tersebut Laila masih banyak menemukan keluhan dari masyarakat. Diantaranya, antrian pengurusan legalitas pernikahan yang terkadang cukup panjang. Hal itu menjadi penghambat warga dalam mengurus dokumen. Padahal, dokumen-dokumen tersebut penting digunakan untuk pendidikan anak-anak. 

Syarat dalam pengurusan legalitas pernikahan juga cukup banyak. Terkadang, terjadi hambatan pada warga mengenai berkas-berkas yang tak lengkap. Selain itu, belum banyak warga yang tahu juga perihal layanan tersebut. 

"Minat warga dalam menggunakan aplikasi ini tidak begitu tinggi. Kemungkinan, ini karena warga belum tersosialisasi dengan baik," ujar Laila. 

Laila Mufidah mendorong agar dilakukan percepatan dan optimalisasi layanan Lontong Kupang (Layanan Online dan Terpadu Melalui One Gate System) dan masyarakat memanfaatkan layanan tersebut. Alq 

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…