Bersama Koordinator Duta Kampus Merdeka Kemendikbudristek, Untag Surabaya Gelar FGD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Untag Surabaya gelar Forum Group Discussion (FGD) dengan topik 'Analisis Kesiapan dan Dampak Program MBKM Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kinerja Untag Surabaya'. Kegiatan tersebut diikuti oleh tujuh Dekan beserta wakil dekan dan Kaprodi S1. Minggu (26/12/2021).

FGD yang digelar pada Kamis (23/12/2021) ini merupakan salah satu bentuk konsistensi Untag Surabaya guna menerapkan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud), yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini dibentuk untuk mempersiapkan karir yang komprehensif dengan mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat di masa depan.

FGD tersebut dibuka oleh Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA., bersama Wakil Rektor 1, Harjo Seputro, ST. MT., dan tentunya didampingi oleh Wakil Rektor 2., Dr. Abdul Halik, MM. “Selain berbangga terhadap Untag Surabaya yang sudah berjuang di bidang akademis dan akreditasi sudah A, sudah menerima hibah Dikti, Program Kompetisi Kampus Merdeka , hibah penelitian, pengabdian dan lain-lain, lantas jangan berpuas diri untuk kita bisa menjadikan Untag Surabaya lebih unggul,” papar Rektor Untag Surabaya yang akrab disapa Cak Nug.

Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I, MA, Ph.D., selaku Koordinator Duta Kampus Merdeka Kemendikbudristek juga memberikan pengarahan dan penjelasan mengenai implementasi MBKM di perguruan tinggi. Dirinya menilai, implementasi di lapangan tentunya tidak berjalan mulus sesuai dengan rencana. Yanuar menjelaskan tiga pokok penting, yakni yang pertama esensi dari pemahaman merdeka belajar kampus merdeka di perguruan tinggi harus seragam, yang kedua bagaimana strategi implementasi untuk mempersiapkan tantangan yang terjadi di lapangan, yang ketiga adalah sistem penjaminan mutu, bagaimana mahasiswa yang keluar dari prodinya bisa itu memiliki kompetensi yang lebih tinggi dari kompetensi di program studinya. “Jadi, bagaimana kita memastikan kegiatan MBKM ini berjalan dan kompetensinya mahasiswa sesuai dengan mutu yang kita harapkan,” terang Yanuar yang juga sebagai Dosen Universitas Bandar Lampung ini.

Agar program MBKM berjalan dengan baik, maka perlu sinergi antara universitas dengan mitra untuk menetapkan capaian dari setiap mata kuliah yang bisa di konversi. “Masih banyak yang beranggapan bahwa program MBKM ini harus linier dengan  program studinya, padahal kebijakan merdeka belajar kampus merdeka yang diberikan Mas Menteri yang tujuan awal adalah mengeluarkan mahasiswa dari prodinya sebagai bentuk memberikan kebebasan mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Untuk pengaplikasian merdeka belajar tidak boleh satu bulan namun harus 1 semester atau 20 sks, supaya perusahaan mendapatkan manfaat dari penempatan mahasiswa yang sedang magang disana,” jelas Yanuar.

Yanuar juga berharap agar hasil dari diskusi ini bisa dapat diteruskan kepada para Dosen lainnya. “Semoga nanti bisa ada lebih lanjut diskusi di tingkat perguruan tinggi maupun dekanat supaya pemahaman yang bapak ibu dapatkan di hari ini mengikuti FGD bisa diterima oleh stakeholder, dan semoga segera merencanakan strategi implementasi 2022, dan memastikan bahwa implementasi di 2022 dan memastikan kualitas mutunya jauh lebih baik daripada di tahun 2021,” tutupnya. mbi

Tag :

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…