SurabayaPagi, Jakarta – Produsen elektronik nasional, Polytron, mulai menunjukkan performa kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia meski baru terjun di industri otomotif. Melalui mobil listrik perdananya, Polytron mampu mencatatkan angka penjualan yang bersaing bahkan melampaui sejumlah merek otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.
Berdasarkan data penjualan wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2025 Polytron mendistribusikan sebanyak 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer. Sementara dari sisi penjualan retail atau dari dealer ke konsumen, tercatat 353 unit kendaraan berhasil terjual.
Capaian tersebut menempatkan Polytron di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales, yang menunjukkan produk mobil listrik perusahaan mulai mendapat perhatian dan kepercayaan pasar domestik.
Memasuki 2026, Polytron mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, dengan penjualan retail 12 unit. Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, mengungguli sejumlah merek global seperti DFSK, Citroen, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.
Sementara berdasarkan penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas Volvo, Changan, dan Audi.
Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yakni G3 dan G3+. Kedua varian tersebut dirakit di fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit kendaraan, sementara sepanjang 2025 total produksi mencapai 531 unit.
Spesifikasi dan Performa
Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang lapang serta performa yang kompetitif di kelasnya. Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, serta wheelbase 2.800 mm.
Dengan ukuran tersebut, kendaraan menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter yang dilengkapi fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dari sisi performa, kedua varian mobil listrik Polytron memiliki spesifikasi utama berupa jarak tempuh hingga 402 kilometer (CLTC), kecepatan maksimum 150 km/jam, serta akselerasi 0–100 km/jam sekitar 9,6 detik.
Kendaraan ini menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh dengan tenaga 150 kW dan torsi 320 Nm, yang dirancang untuk memberikan efisiensi serta performa optimal bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Byb
Editor : Redaksi