Ekonomi Turki Bergolak, Elektabilitas Erdogan, Bakal Merosot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan

i

SURABAYAPAGI.COM, Ankara - Perekonomian Turki, kini sedang bergolak. Nilai mata uangnya menukik, kehilangan hampir setengah dari nilainya dalam setahun. Inflasi Turki meninggi dan harga berbagai komoditas melonjak.

Jumat, (31/11/ 2021) lalu, Erdogan mulai mendesak masyarakat Turki untuk menyimpan tabungan mereka dan melakukan transaksi bisnis dengan menggunakan Lira.

Pengamat ekonomi Turki menyebut krisis ekonomi negaranya, akibat kebijakan ekonomi yang tidak lazim dari Presiden Recep Tayyip Erdogan. Awal tahun 2022 ini. Lira Turki diperkirakan akan terdepresiasi sebesar 44 persen.

Dalam menetapkan kebijakannya, Erdogan meyakini bahwa suku bunga yang tinggi akan menaikkan harga, yang nyatanya dinilai salah oleh sebagian ekonom.

Praktis, pemerintahannya kehilangan angka 44 persen nilai Lira pada tahun 2021 lalu. Dan ini menghasilkan kinerja terburuk dalam 20 tahun sejarah perekonomian Turki.

 

 

Banyak Pengangguran

Jatuhnya lira, inflasi yang melonjak, dan kemerosotan bisnis, menciptakan banyak pengangguran dan bertambahnya  masyarakat yang terhimpit kemiskinan.

Kekecewaan warga dan kesulitan ekonomi mulai mengikis dukungan warga untuk Erdogan, politisi paling sukses di Turki itu. Pergeseran ini akan mengubah pemilihan berikutnya yang dijadwalkan pada pertengahan 2023.

Dan ini menjadi ujian terberat Erdogan selama dua dekade kekuasaannya. Namun, seperti yang banyak warga melihat, Erdogan tidak banyak melakukan sesuatu untuk mendukung dan menolong warganya.

Banyak yang bertaruh bahwa elektabilitas Recep Tayyip Erdogan kemungkinan akan mengalami kemerosotan seiring dengan jatuhnya ekonomi Turki.

 

Dukungan ke Erdogan Menipis

Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri yang berbasis di Istanbul, Sinan Ulgen, mengatakan, sejauh ini dukungan warga terhadap partai AKP yang dipimpin Erdogan selalu tinggi. Ia memprediksi bahwa kemungkinan dukungan itu akan menipis.

"Ada peningkatan persepsi bahwa pada tahun 2023 akan terjadi perubahan politik,” ujarnyq.

Apalagi, kini keluarga berpenghasilan rendah merasa semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan. Ini juga dirasakan kelompok kelas menengah Turki.

Di media sosial, semakin banyak warga Turki membahas keuntungan dan kerugian mencari kehidupan baru di luar negeri. Banyak warganet di negara itu mendengar pengalaman orang-orang Turki yang lebih dulu mengambil langkah itu.

 

 

Banyak Tinggalkan Negara

Harun Yaman, lulusan perguruan tinggi berusia 28 tahun dari kota Gaziantep di Turki selatan, termasuk dalam generasi baru Turki.

Harun memegang gelar sarjana dalam ilmu media televisi, film dan radio. Dia mengatakan telah memutuskan pergi ke Eropa. Targetnya adalah memulai kehidupan baru di Irlandia.

Sejak lulus pada tahun 2018, Harun berjuang mencari pekerjaan sesuai bidang studinya. Saat ini dia bekerja di depo sebuah perusahaan tekstil.

Harun berharap bisa menetap di Irlandia melalui program 'Bekerja dan Belajar' pemerintah setempat.

“Krisis mata uang mengurangi daya beli kami. Kami memiliki begitu banyak masalah. Kebijakan keliru pemerintah memicu kemiskinan pada banyak orang dan menyebabkan perpecahan di masyarakat," kata Harun. N rtr, efp

Berita Terbaru

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Koordinator Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur, Holik Ferdiansyah, menyatakan akan mengungkap nama-nama pejabat serta pihak s…

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Warga di kawasan Ring Road Kota Madiun digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di tepi jalan, …

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Proyek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Proyek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…