Editor : Redaksi
Gelar Munas Ketiga, Aspedi Optimis Industri Wedding Bangkit Kembali
SurabayaPagi, Surabaya - Setelah tertunda cukup lama, Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) akhirnya menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 di The Westin Hotel Surabaya mulai 18-20 Januari 2022.
Sekjen Aspedi Dhani Firmantara, mengatakan kondisi industri dekorasi dalam dua terakhir terpuruk cukup berat. Sehingga momentum Munas menjadi secercah semangat di tengah kesulitan.
"Dari keterpurukan ini ada secercah harapan. Dua tahun terakhir kalau boleh dibilang pingsan berjamaah," ucap Dani Firmantara, Selasa (18/1/2022).
Salah satu suntikan semangat bagi para anggota adalah melalui momentum Munas sebagai upaya kebangkitan industri wedding khususnya dekorasi melalui silaturahmi, arahan dan strategi menyiasati situasi tersebut. Karena, banyak anggota yang hanya mengandalkan ekonomi dari industri wedding tanpa memiliki usaha lain. Mereka bergantung pada event pernikahan.
Database Aspedi juga menyebutkan banyak pengusaha dekorasi wedding mengalami mati suri. Oleh sebab itu Dhani berharap pemerintah mempertimbangkan regulasi bagi para pelaku industri wedding.
Aspedi, kata Dani, mendorong para anggota agar tetap memiliki semangat. Saat ini Aspedi memiliki 1.200 anggota. Dalam situasi serba sulit, Aspedi tetap mengikuti regulasi pemerintah.
Aspedi bersama beberapa asosiasi sejak awal pandemi telah mempersiapkan beberapa modul simulasi agar acara pernikahan tetap aman sesuai protokol kesehatan.
Ada beberapa sektor di bawah Aspedi. Mulai dari Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI), Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia (HIPAPI), Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia atau wedding organizer (Hastana), Asosiasi Pengusaha Rental Tenda Indonesia (Aperti), Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati) dan lainnya.
Mereka aktif berkoordinasi agar industri wedding tetap survive. Padahal jika kondisi normal, perputaran ekonomi sektor industri ini mampu berkontribusi Rp 20-Rp 30 triliun secara keseluruhan.
"Kita paham bahwa pemerintah juga memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan kita harus mengikuti. Hanya memang dampaknya secara rasional salah satunya ada teman-teman ada yang mulai menjual kendaraan, properti hanya semata-mata untuk bisa menjalankan agar karyawan bisa survive," jelasnya.
Dalam Munas ini, Aspedi juga akan membahas langkah ketika pemerintah kembali menerapkan regulasi pembatasan di tengah ancaman Omicron.
Menurut Dhani, situasi seperti ini sudah siap mereka hadapi belajar dari peristiwa sebelumnya saat Juli-Agustus 2021.
Namun ia berharap pemerintah tetap memberi kelonggaran dengan batasan tertentu.
"Ketika ada Omicron, kesempatan Munas ini adalah ajang silaturahmi ajang kita bertukar pikiran bagaimana menyikapi situasi yang akan terjadi misal pemerintah membuat regulasi yang lebih ketat lagi," ujar dia.
Dia menjelaskan, sejauh ini industri tetap berjalan kendati frekuensi berkurang. Misal seperti penggunaan hampers yang lebih menghemat biaya dan otomatis mengurangi nilai penggunaan dekorasi.
Dhani kembali menambahkan, mulai Desember 2021 hingga saat ini secara nasional industri dekorasi cukup mengalami kenaikan pengguna jasa.
"Secara nasional kita ada kenaikan. Frekuensi kenaikan itu euphoria dari para calon pengantin untuk melaksanakan acara pernikahan. Itu sudah seperti normal sebetulnya," tandasnya.
Akan tetap dengan adanya Omicron, pengguna jasa dekorasi pernikahan kembali berkurang.
"Kalau terjadi Omicron Insya Allah kami sudah siap baik dari Aspedi maupun asosiasi yang lain," kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Ketua SC Murwidodo mengatakan, bagi Jatim ini adalah amanat yang sudah tertunda beberapa kali karena pandemi. Munas seharusnya berlangsung pada Februari 2021 kemudian mundur Agustus 2021 dan terlaksana pada hari ini.
Munas kali ini dihadiri oleh seluruh DPW Aspedi seluruh Indonesia. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan hanya menghadirkan struktural organisasi.
Anggota Aspedi sekitar 1,200 dekorator dan tersebar di seluruh Nusantara.
Munas mengangkat tema Semangat Kami untuk Aspedi. Karena setelah sekian lama industri wedding khususnya pendekor tidak bisa bekerja dengan baik seperti biasanya.
"Di kesempatan ini kami memberikan semangat kepada teman-teman untuk bangkit kembali," ucapnya.
Munas juga akan menggelar sidang pleno tentang penetapan AD/ART dan pemilihan ketua umum yang baru pada hari kedua.
Pemilihan ketua umum periode ketiga ini menggantikan Agung Haryono yang telah tuntas selama dua periode dan wajib melakukan regenerasi organisasi. Widodo menambahkan, dalam pemilihan nanti ada empat kandidat yang dipilih oleh perwakilan dari 19 DPW. By
Tag :