Terpeleset saat Berenang di Sungai, Siswa Kelas Dua SD Meninggal Dunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polisi saat mendatangi TKP korban tenggelam. SP/Hadi Lestariono
Polisi saat mendatangi TKP korban tenggelam. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Peristiwa tenggelamnya bocah kelas dua SD kejutkan warga sekitar aliran lahar G.Kelud yang terletak di Kelurahan Tanggung Kec.Kepanjenkidul Kota Blitar, kejadian yang terjadi Sabtu (29/1) sekitar pukul 14.00 itu mengakibatkan Sul (9) yang masih duduk di bangku kelas dua SDN Tanggung itu meninggal dunia.

Peristiwa tersebut oleh Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Lahuri SH membenarkannya.

Menurut Lahuri, korban diduga terpeleset ketika hendak naik ke tepian sungai (Dam), sementara kedalaman air aliran Sungai G.Kelud itu kurang lebih sedalam 1 meter.

"Menurut keterangan saksi (pihak keluarga) korban diduga terpeleset dan jatuh lagi ke dalam sungai, saat di tolong saksi saksi lain (pemancing) korban sudah meninggal dunia." kata Kompol Lahuri atas ijin Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH S.IK M.Si.

Peristiwa tewasnya Sul seperti keterangan saksi Fianti (41) Bude korban kepada Polisi, saat itu dirinya bersama Yofi (7) anaknya bersama korban, mandi di sungai aliran G.Kelud yang terletak di belakang perkampungan Kel.Tanggung.

Sekitar pukul.13.30 saksi Fianti ngajak kedua bocah itu untuk selesai mandi (mentas). "Setelah saksi Fianti (Bude korban) ngurus anaknya (Yofi) untuk ganti pakaian, saksi melihat korban naik ke atas (Dam sungai) dan terpeleset masuk sungai, melihat terpelesetnya korban, Saksi Fianti teriak teriak minta tolong." Kata Kompol Lahuri di Puskesmas Tanggung.

Dan saat korban ditolong oleh warga dan pemancing, dan dibawa ke daratan (Sisi Dam) korban saat di tolong korban  sudah meninggal dunia.

Spontan keluarga korban yang rumahnya tidak jauh dengan TKP bersama warga membawa korban ke UPTD Puskesmas Kel.Tanggung dan pihak UPTD Puskesmas Tanggung saat memeriksa kondisi korban sudah meninggal dunia.

"Karena keluarga korban tidak menghendaki korban untuk di visum, akhirnya korban yang masih kenakan kaos kuning cd kuning dan celana biru itu dibawa pulang, pihak keluarga.menyadari atas meninggalnya korban, oleh keluarganya, korban dimakamkan pukul 16.30, sedang pihak keluarga membuat surat pernyataan yang diketahui Kepala Kelurahan Tanggung." Pungkas Kompol Lahuri. Les

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…