Kirim Surat ke Presiden, Petani Tambak Lamongan Minta Alokasi Pupuk Permanen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan petani tambak di Lamongan membentangkan kertas karton bertuliskan tuntutan pemenuhan pupuk bersubsidi secara permanen/ foto: Muhajirin Kasrun
Perwakilan petani tambak di Lamongan membentangkan kertas karton bertuliskan tuntutan pemenuhan pupuk bersubsidi secara permanen/ foto: Muhajirin Kasrun

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kelompok petani tambak di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (21/02/2022).

Menurut Koordinator kelompok petani tambak Yusuf Fadli, pihaknya terpaksa mengirimkan surat terbuka ke presiden lantaran alokasi pupuk bersubsidi untuk petani tambak masih sangat terbatas.

Bahkan bantuan alokasi pupuk bersubsidi yang sebelumnya diberikan masih sangat minim. Ditambahlagi kebijakan tersebut bersifat jangka pendek.

"Hari ini kami berkirim surat terbuka dan petisi ke Presiden. Surat dan petisi yang dikirim ke Presiden, memuat poin-poin tuntutan mengenai pemenuhan pupuk subsidi sektor perikanan budidaya yang sesuai dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di Lamongan,” kata Yusuf Fadli.

Tak hanya itu, dalam surat tersebut kata Yusuf, pihaknya juga meminta presiden untuk memerintahkan menterinya membuat peraturan yang meng-cover bantuan pupuk subsidi bagi petambak secara permanen.

Tuntutan ini dinilainya sangat beralasan. Ikhwalnya tambak budidaya yang dikerjakan oleh petambak di Lamongan masih terhitung tradisional, dengan modal dan hasil yang tergolong kecil.

 Selain itu, lanjut Yusuf, tambak tersebut merupakan satu kesatuan lahan yang tidak terpisahkan antara pertanian tanaman pangan dengan pola ikan-ikan-padi, padi-ikan-ikan, ikan-padi-ikan, ikan-ikan-ikan dan vice versa.

 "Sampai hari ini belum ada kejelasan terkait kejelasan nasib petambak untuk mendapat alokasi pupuk subsidi. Sementara hari ini para petambak di Lamongan lagi gencar-gencarnya membutuhkan pupuk subsidi,” ucapnya.

 "Hari ini pupuk enggak ada bagi petambak, enggak dapat jatah, yang ada hanya bagi petani. Sehingga ikan-ikan di sini yang semestinya panen dengan ukuran besar, tapi hari ini ikan-ikan itu enggak bisa besar karena masih sangat membutuhkan pupuk. Serta karena kondisi ikannya kecil, banyak petani yang memanen dini," tambahnya lagi.

 Oleh sebab itu, petani tambak se-Kabupaten Lamongan menuntut agar payung hukum atau Peraturan Menteri yang membidangi Perikanan Budidaya segera diterbitkan, mengingat kebutuhan pemupukan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

 "Surat ini juga ditandatangani oleh seluruh perwakilan petambak yang ada di Kabupaten Lamongan, dan didukung oleh Bupati Lamongan, Kepala Dinas Perikanan, beserta seluruh Ketua Partai, yang nantinya akan kami sampaikan kepada Presiden, baik melalui email maupun kita serahkan langsung," bebernya.

Yusuf dan para petambak lainnya berharap, agar nantinya peraturan itu tidak dirubah lagi dan tak lagi menyulitkan para petani tambak di kemudian hari. Apalagi, harus dirumitkan dengan sistem pembelian pupuk subsidi yang berbelit.

 "Harapan kami, aturan itu bisa dibuat tahun ini juga, sehingga kita tidak resah akan kelangkaan pupuk. Dan pupuk bisa kita dapatkan di kios-kios terdekat, yang ditunjuk pemerintah dengan jumlah yang tak melebihi RDKK dan HET yang sama dengan tahun sebelumnya, baik jenis Urea maupun SP-36," harapnya.

 Secara terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono membenarkan, bahwa saat ini kebutuhan pupuk untuk sektor perikanan di Lamongan masih belum ada. "Ketersediaan pupuk perikanan di Lamongan masih tidak ada, saat ini yang ada hanya untuk pertanian," ujarnya.

 Secara rinci, Yuli menyebutkan, jika jumlah kebutuhan pupuk bagi petambak di Lamongan cukup besar, yakni 33 ribu ton untuk jenis Urea, 20,3 ribu ton untuk SP-36, 986 ton untuk NPK, dan 4,4 ribu ton untuk organiknya.

 "Itu adalah total kebutuhan pupuk yang dibutuhkan oleh petambak yang tersebar di 16 kecamatan se-Kabupaten Lamongan. Sedangkan jumlah petambak atau pembudidaya di Lamongan ini ada 37.130, dengan total lahan seluas 24.052 hektar," jelasnya. (Jir/Sem)

 

 

Berita Terbaru

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Perekonomian Jawa Timur membuka tahun 2026 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi…

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi melukis langsung (on the spot) bertema pusaka Nusantara dalam k…

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Turnamen Domino Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi panggung kompetitif bagi olahraga pikiran yang tengah berkembang di Indonesia.…

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui k…

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kasus sengketa lahan parkir PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr. Soetomo membuka fakta lain terkait dominasi pengelolaan p…

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Surabaya, nawacita – Anggota DPRD Jawa Timur mengusulkan tambahan jumlah kegiatan reses dari 3 kali menjadi 6 kali setahun. Rencana tersebut tertuang dalam d…