Kampung Peneleh, Disulap Jadi Lokasi Wisata Sejarah di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Budi Leksono
Budi Leksono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Setelah diresmikan menjadi cagar budaya, warga kampung Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya mengusulkan untuk membuat kampung tersebut menjadi lokasi wisata sejarah di Surabaya.

Hal itu, diungkapkan warga dalam reses yang digelar Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono. Layaknya, Tunjungan Romansa yang berlokasi diseputar jalan Tunjungan. Kampung Peneleh juga memiliki sejarah panjang bagi Surabaya, bahkan bagi bangsa Indonesia.

“Kawasan Peneleh ini bukan kampung biasa pak. Disinilah cikal bakalnya pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia. Bung Karno besar di sini, Tjokroaminoto tinggal di sini, nuansa sejarah kenegaraannya sangat kental. Jadi bukan hanya Tunjungan Romansa saja, Peneleh lebih kental jejak sejarahnya,” ujar H Jupri, warga setempat, Senin (21/2).

Selain itu, kampung Peneleh juga dijuluki sebagai kampung tertua. Cirinya adalah masih banyaknya makam penduduk yang berada di tengah kampung. Karena, warga terdahulu lebih sering membuat makam keluarga di sekitaran rumah.

“Meskipun sekarang sudah padat, beberapa jejak makam itu masih bisa kita jumpai. Dulu satu rumah itu bisa punya makam empat sampai lima disekitaran rumah,” jelas Jupri.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tomo, salah satu ketua RW disana, menurutnya usulan menyulap kampung Peneleh menjadi lokasi wisata itu juga akan mengangkat perekonomian warga setempat.

Pihaknya percaya, banyak dari pihak lain seperti Pemerintah Provinsi akan turut mensupport pengabadian sejarah itu menjadi lokasi wisata di Surabaya.

“Warga Insya Allah akan bisa menjaga, saya kira Pemprov juga akan support nanti asalkan dibangun dengan serius. Kita berharap Pokok Pikiran (Pokir) ini bisa menjadi referensi bisa diterima dan segera terealisasi,” katanya.

Merespon usulan warga tersebut, Budi Leksono akan mencoba melakukan komunikasi dan kajian sejarah lanjutan untuk membangun Kampung Peneleh menjadi wisata sejarah di Surabaya.

“Kita akan coba kaji, saya nanti akan mencoba komunikasi dengan Dinas terkait. Secara pribadi saya memiliki pandangan jika Peneleh layak menjadi lokasi wisata sejarah. Bahkan sudah lama saya menginginkan itu,” ucap Buleks sapaan akrabnya.

Menurut Buleks, Peneleh merupakan kawasan yang menjadi sorotan dunia karena jejak sejarahnya. Pihaknya optimis, jika Peneleh menjadi Kampung wisata sejarah, akan banyak turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengenal bangsa Indonesia melalui Peneleh.

“Dari situ kita bisa memulai kebangkitan ekonomi. Dimana sumber dayanya kita tinggal manfaatkan dari wilayah setempat. Baik pengelolaan lahan parkir, wisata kuliner dan oleh-oleh khas Suroboyo serta hal lain yang bisa diwujudkan. Tapi jangan lupa, warganya juga harus upgrade diri, upgrade skill,” jelas Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPC PDIP Surabaya itu.

Berdasarkan penelusuran Surabaya Pagi, Kampung Peneleh merupakan kampung tertua di Kota Surabaya, Jawa Timur. Seperti namanya, kampung ini berlokasi di Jalan Peneleh.

Dalam buku Out Soerabaia terbitan tahun 1931, identifikasi Peneleh sebagai perkampungan tertua di Surabaya salah satunya dicirikan dengan keberadaannya di lir Brantas atau pinggir aliran Sungai Brantas. Pada zaman dahulu, Sungai Brantas menjadi pusat transportasi masyarakat.

Tak heran, banyak bangunan bersejarah yang hingga kini masih bisa dijumpai saat berkunjung ke Kampung Peneleh. alq

Berita Terbaru

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sebanyak 252 dari 307 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, telah rampung dibangun, namun untuk…

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna menjamin perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial bagi pekerja migran serta keluarganya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten…

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau mengakibatkan pasokan air menipis bahkan hingga krisis air bersih, salah satunya yang…

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Lagi, insiden kebakaran hampir melanda kawasan padat permukiman Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kali…