Surabaya – Nama besar Partai Golkar ternyata mengalami degradasi bagi pemilih di Jawa Timur. Khususnya bagi kalangan Emak-Emak atau kaum perempuan, Partai Golkar Jawa Timur merupakan satu satunya partai besar yang elektabilitas maupun popularitasnya menurun di tahun 2021 lalu.
Hal ini terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan Surabaya Survey Centre (SSC) yang dilakukan Awal Februari 2022. SSC juga membandingkan elektabilitas Partai Golkar tahun 2020 dengan tahun 2021. Hampir semua jenis penelitian, seperti top of mind, popularitas, elektabilitas ataupun kepuasan kelompok perempuan dan sebagainya, prosentasi Partai Golkar di Jatim menurun. Hal ini tak seperti 5 partai besar lain di Jawa Timur, PKB, PDI-P, Gerindra dan Demokrat, yang cenderung naik.
Untuk katagori elektabilitas partai politik misalnya, Partai Golkar disebut menurun oleh SSC. Yakni, dengan perbandingan pada bulan Maret 2021 berada di angka 5,6 persen dan Januari 2022 menjadi 5,2 persen. “Elektabilitas partai politik di Jawa Timur khususnya dari responden perempuan, nomer satu PDI-P 24,4%, Golkar 17,3%, Gerindra 11,1%, Demokrat 8,3% sedangkan Golkar 5,7%,” jelas Peneliti senior SSC Surokim Abdussalam, Sabtu (26/2/2022).
Tak hanya itu, bahkan dari segi pemilih di kalangan milenial, partai dengan warna kebesaran kuning ini juga mengalami penurunan. Yakni, dari 5,7 persen menjadi 5,2 persen dengan perbandingan periode bulan yang sama. Sementara untuk strong voters Partai Golkar, juga disebutkan SSC mengalami penurunan dari angka 78,3 persen pada Maret 2021 menjadi 76 persen pada Januari 2022.
Sedangkan dari hasil penilitian terbaru yang dilakukan SSC dari tanggal 01-10 Februari 2022 di 38 kabupaten/kota Jatim, Partai Golkar mendapatkan angka 3 persen berdasarkan survey top of mind dari segi pemilih di kalangan emak-emak.
Menurut dia, pada survey top of mind, ada 42,9 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu. Sementara survey elektabilitas ini, masih ada 17,9 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu.
"Ini berarti masih ada peluang atau ceruk yang cukup besar untuk diperebutkan dan digarap oleh partai-partai lainnya, walau tentu memenangkan suara emak-emak juga tidak mudah," pungkas Rokim.
Sebagai informasi, penelitian SSC dari tanggal 01-10 Februari 2022 tersebut, dilakukan dengan 1.070 responden yang dipilih melalui metode stratified multistage random sampling. Sementara margin of error, kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan emak-emak dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. rko
Editor : Redaksi