SURABAYA PAGI, Lamongan - Pemprov Jawa Timur terus menggelontorkan minyak goreng dalam operasi pasar sebagai upaya mengatasi kelangkaan migor beberapa Minggu ini. Kali ini operasi pasar dilakukan di Lamongan dengan menyasar kelompok usaha ultra mikro yang tidak bisa mengakses perbankan.
Operasi pasar digelar di halaman UPT Kantor Dispenda Provinsi Jawa Timur di Jalan Jaksa Agung Suprapto, bersebelahan dengan Kantor Samsat pada Sabtu, (5/3/2022) dengan menggelontorkan minyak goreng curah sebanyak 4000 liter.
Antusias warga untuk mendapatkan minyak goreng curah pun cukup besar. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi Pasar murah. Dengan berbekal KTP dan uang Rp 25 ribu, warga bisa mendapatkan dua liter minyak goreng curah.
"Alhamdulillah mas meski harus datang jauh, tidak apa-apa bisa mendapatkan migor, soalnya di toko masih belum bisa normal, kalau saya beli selalu dijanjikan dua hari baru minyak datang, karena memang masih langka," Muyassaroh warga Made Kidul Lamongan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang datang langsung dalam operasi Pasar di Lamongan menyebutkan, kalau sejak Kamis pihaknya sudah mengelontorkan 3500 Ton Minyak Goreng ke 17 Daerah, dan pada Jumat (4/3/2022) ada 21 daerah yang juga mendapatkan gelontoran minyak dari Pemprov Jawa Timur, dalam upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng curah.
Pihaknya dalam operasi Pasar ini menggandeng Pemkab Lamongan, RNI, PPI dan APPMGI, untuk terus berupaya dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng. "Kami terus berusaha menggelontorkan minyak goreng kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Pengemas Minyak Goreng Indonesia (APPMGI)," katanya.
Menurut Khofifah, dengan terpenuhinya kebutuhan minyak goreng akan membangun ketenangan, rasa aman terhadap seluruh pedagang maupun masyarakat.
Sehingga, akan memberikan penguatan semua pihak utamanya pedagang kaki lima, para penjual gorengan, pengusaha katering, hingga ibu rumah tangga dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari.
"Bagi kita semua membangun ketenangan dan rasa aman menjadi penting. Jadi, kami sampaikan lagi insya Allah kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat Jawa Timur akan tercukupi dan terpenuhi," imbuhnya.
Pihaknya juga terus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha ultramiko yang pekerja keras luar biasa, tapi tidak bisa mengakses perbankan dalam mengembangkan usahanya, dan mereka mencari jalan keluar dengan meminjam rentenir.
"Kami di Pemprov berupaya membantu masyarakat untuk sedikit demi sedikit agar melepaskan ketergantungan kepada rentenir, dan kami di Pemprov akan memberikan subsidi bunga bagi masyarakat ultramiko pertahun 3 persen, dengan nilai pinjaman maksimal 10 tahun di Bank-bank daerah," terangnya.
Dalam operasi pasar ini minyak goreng murah, Gubernur juga penyerahan zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro berentuk paket sembako.jir
Editor : Moch Ilham