Dugaan Pungli Perizinan Disorot, Kejati Jatim Geledah Kantor Dinas ESDM

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menunjukkan langkah tegas dalam membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sektor perizinan strategis. SP/ BUDI
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menunjukkan langkah tegas dalam membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sektor perizinan strategis. SP/ BUDI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menunjukkan langkah tegas dalam membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sektor perizinan strategis. Tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah berjalan.

Penggeledahan ini bukan sekadar prosedur rutin, melainkan sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum mulai mengarah pada pengungkapan praktik-praktik menyimpang dalam layanan publik yang selama ini rawan disalahgunakan.

Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Jadi Target Utama

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, menegaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara.

“Benar, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar dalam penerbitan perizinan pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Hari ini penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dinas ESDM Jawa Timur untuk mencari dan menemukan alat bukti yang mendukung, baik berupa dokumen atau surat maupun barang bukti elektronik (BBE),” kata Adnan saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.

Penyidik menelusuri berbagai dokumen administrasi perizinan hingga perangkat elektronik yang diduga menyimpan jejak transaksi atau komunikasi terkait praktik pungli. Fokus ini mengindikasikan bahwa perkara tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi melibatkan sistem atau pola yang lebih luas.

Penyidikan Masih Bergulir, Nama-Nama Belum Diungkap

Meski penggeledahan telah dilakukan, Kejati Jatim masih menutup rapat informasi terkait pihak-pihak yang telah diperiksa maupun potensi tersangka dalam kasus ini.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Adnan.

Sikap hati-hati ini menunjukkan bahwa penyidik tengah menyusun konstruksi hukum secara komprehensif sebelum menetapkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.

Penggeledahan Berlangsung Ketat Hingga Sore Hari

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim dari bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim tiba di kantor Dinas ESDM sekitar pukul 12.00 WIB dengan beberapa kendaraan. Setibanya di lokasi, area langsung dijaga ketat oleh aparat internal kejaksaan, unsur kepolisian militer, serta petugas keamanan setempat.

Hingga pukul 17.51 WIB, penyidik masih berada di dalam gedung untuk melakukan penelusuran dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara.

Indikasi Masalah Tata Kelola dan Dampaknya bagi Investasi

Kasus ini membuka kembali sorotan terhadap tata kelola perizinan di sektor energi dan sumber daya mineral yang memiliki dampak besar terhadap iklim investasi daerah. Dugaan pungli dalam proses perizinan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi menghambat masuknya investasi dan merusak kepercayaan publik.

Penggeledahan ini menjadi bagian dari komitmen Kejati Jatim dalam membersihkan praktik korupsi di sektor pelayanan publik. Jika terbukti, perkara ini berpotensi menyeret pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses penerbitan izin.

Sejauh ini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti tambahan dan belum mengumumkan hasil sementara dari penggeledahan tersebut. Namun arah penyidikan mulai terlihat, yakni membongkar dugaan praktik pungli yang diduga terstruktur dalam sistem perizinan. nbd

Berita Terbaru

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai paya memperkuat akses keadilan bagi masyarakat di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menyediakan fasilitas…

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pada 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk membangun tempat pemrosesan…

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal segera mengoperasikan 18 mikrobus baru, sehingga pihaknya akan memperbarui armada angkutan…

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Pemerintah…

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo — Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sempat tinggal selama sekitar empat bulan di Yasmaga Guest House, J…