Dua Hari, ISNU Gelar Pelatihan PPH yang Disiapkan Dampingi UMKM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembukaan pelatihan dan pendampingan PPH di PP Matholi’ul Anwar Karanggeneng Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Pembukaan pelatihan dan pendampingan PPH di PP Matholi’ul Anwar Karanggeneng Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berlangsung di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Karanggeneng Lamongan, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Lamongan dan Jatim, menggelar pelatihan Proses Produk Halal (PPH) yang disiapkan untuk bisa mendampingi para pelaku UMKM.

Pelatihan pendampingan angkatan ke-3 ini,  diikuti 110 peserta dan diikuti oleh Badan Solusi Halal Pengurus Wilayah (PW ISNU) Jawa Timur, yang dibuka pada Senin dan berakhir pada Selasa (15/3/2022).

Ketua PC ISNU Lamongan, R. Zainul Musthofa menyebutkan kegiatan Pelatihan Pendampingan (PPH) ini, merupakan kegiatan yang istimewa mengingat PW ISNU Jawa Timur mentargetkan sebanyak 3.500 peserta sebagai pendamping. 

 

"Alhamdulillah Kabupaten Lamongan melalui PC ISNU dipercaya menjadi panitia mulai dari perekrutan sampai pelaksanaan pelatihan," kata Zainul panggilan akrab pria yang juga masih keturunan Sunan Drajat ini.  

Lebih lanjut kata Zainul, peserta pelatihan yang lolos pada akhirnya memiliki tugas mendampingi dalam proses produk halal atas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Lamongan.

Prof M. Mas’ud Said Ketua ISNU Jatim yang juga salah satu Ketua MUI Jatim yang sangat concern tentang produk halal selama ini, menyampaikan bahwa pendamping PPH membantu melaksanakan tugas pemerintah dalam memastikan ke-halal-an produk-produk, baik makanan, maupun minuman dengan Self Declare bahwa pada tahun 2027 Indonesia direncanakan sebagai produsen terbesar di Dunia. 

Untuk menyongsong program tersebut pemerintah melalui BPJPH Kementerian Agama RI menargetkan 2 juta pendamping proses sertifikasi halal atas produk-produk anak bangsa. Setelah koordinasi dengan BPJPH Aqiel Irham dan Kaps Dr Umar saya segera membuat Tim Terpadu untuk menangani pelatihan ini sampai 3.500 peserta tahun ini. 

"Ini adalah tantangan sekaligus menjadi lahan ISNU Jatim menguatkan peran dalam kaitan produk halal, hidup dengan cara halal dan bahkan rizki harus halal menuju Indonesia sejahtera dalam lindungan Allah SWT," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, M. Zamroni yang mewakili Bupati Lamongan sangat mendukung pihak ISNU yang menggelar pelatihan pendampingan PPH ini. Apalagi lanjutnya, di kabupaten Lamongan ada 17.485 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 27 kecamatan dan sebagian besar masih belum bersertifikasi halal.

"Industri mikro dan kecil di Lamongan sebagian besar adalah industri pengolahan makanan. Justru sektor inilah yang paling cepat tumbuh semenjak hantaman krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Zamroni menuturkan, untuk saat ini produk UMK sudah bisa masuk di toko serba ada atau swalayan yang ada di Lamongan. Namun jika ingin masuk perdagangan modern harus melengkapi beberapa persyaratan, diantaranya adalah PIRT dan label halal. “Jika ISNU Jawa Timur melalui para pendamping PPH bisa mendampingi dan memberdayakan para pemilik UMKM hingga mendapatkan label halal, hal ini akan memberikan nilai tambah bagi iklim usaha di Lamongan. Daya saingnya akan naik dan mendongkrak perekonomian secara umum,” ungkapnya.

Pengasuh PP Matholi’ul Anwar Karanggeneng Lamongan, Dr. KH. Afif Hasbullah, MH menjelaskan, UMK di Lamongan paling banyak bergerak di bidang produk makanan. Meski hampir seluruhnya beragama Islam dan konsumennya juga muslim, namun kepastian halal dalam produknya juga harus disampaikan kepada masyarakat.

Ia mengakui, selama ini banyak UMK yang kesulitan mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal. Dengan adanya pelatihan pendamping PPH ini ia yakin akan lebih mudah dalam pengurusan sertifikası halalnya.

“Selama ini banyak pedagang-pedagang makanan ini yang kesulitan menyertifikasi produknya. Nah, dengan pelatihan ini saya berharap nantinya para pendampingnya bisa mendampingi para pedagang sehingga bisa mempermudah pengurusan label halal dan murah,” ungkap pria yang juga sebagai  Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) ini. jir

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…