Masalah Aliran Sesat di Pasuruan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Masalah penyimpangan agama Islam di Purwosari, Kabupaten Pasuruan akhirnya selesai, setelah Mahfudijanto (59) dan Febrijanto (29) pelaku penyimpangan terhadap ajaran Islam mengakui kesalahannya dan bertobat kepada Allah untuk kembali ke ajaran Islam yang benar.

Hal tersebut disampaikan oleh H. Muzamil, Dewan Pertimbangan/Pembina MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Pasuruan dalam pers rilis usai melakukan tabayun di Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/05/22).

"Masalah sudah selesai. Kedua orang ini sudah mengakui khilaf dan bertaubat kepada Allah untuk kembali ke ajaran Islam yang benar. Dan MUI akan membimbingnya kepada pemahaman Islam yang benar. Dan itu memang tugas kami,"ujar Muzamil.

Pernyataan Muzamil tersebut dibenarkan oleh Ketua MUI Kabupaten Pasuruan,  KH. Nurul Huda. Dia menambahkan, selesainya masalah tersebut harus dipublikasikan terutama oleh teman-teman wartawan melalui pers medianya, agar masyarakat  tidak  salah paham kepada kedua orang tersebut. "Ini harus diberitakan luas bahwa saudara kita ini sudah mau belajar dengan bimbingan guru untuk belajar Islam. MUI sudah menyiapkan guru pembimbingnya," ucapnya.

Di tempat yang sama,  Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy menyampaikan, masalah tersebut sudah selesai  setelah melalui proses tabayun, cara yang indah menyelesaikan sebuah masalah.  Semua pihak hadir termasuk kedua orang tersebut yang berkomitmen menyelesaikan masalah dengan baik.

"Sebetulnya di Pasuruan tidak ada aliran sesat atau penyimpangan terhadap agama Islam. Yang ada adalah  ketidak pahaman dua orang ini dalam memahami Islam. Mereka ini belajar agama Islam sendiri dan menafsirkan Alquran sendiri tanpa guru pembimbing. Oleh sebab itu MUI akan membimbing orang-orang tersebut," ujar Jemmy.

Diketahui, berita penyimpangan agama Islam oleh dua orang tersebut viral di media sosial. Dan menjadi perhatian Kejari Kabupaten Pasuruan selaku Tim Pakem, MUI Kabupaten Pasuruan, dan Forkopimka Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Upaya dialog pun dilakukan. Setelah melakukan rapat-rapat koordinasi oleh lembaga pemangku kepentingan, akhirnya sepakat diselenggarakan tabayun yang dilangsungkan hari ini dan berjalan dengan baik dan membawa hasil positif. ris/tim

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…