6.443 Sapi di Jatim Terjangkit PMK

Pemprov Klaim tak Punya Anggaran Khusus Obat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat melalui Kapolsek Kromengan AKP Heri Eko Utomo melakukan deteksi terkait Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Malang
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat melalui Kapolsek Kromengan AKP Heri Eko Utomo melakukan deteksi terkait Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Malang

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Penyakit Kuku dan Mulut (PKM) menjangkiti 6.443 Sapi di Jatim. Namun sayang, pemerintah tak punya anggaran obat PMK.

Kepala Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Budi Santosa mengaku terus melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah daerah, seiring meluasnya hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku.

Berdasar data Posko PMK Pemprov Jatim sebaran PMK terdeteksi di 14 kabulaten/ kota. Total ada sebanyak 6.433 sapi terkonfirmasi terinfeksi PMK. Dari jumlah tersebut, masih ada 5.560 sapi dalam kondisi sakit, 838 ekor dinyatakan sembuh 838, dan 35 ekor mati.

Budi menjelaskan, penyemprotan disinfektan di antaranya dilakukan di kandang ternak Dawar Blandong di Kabupaten Mojokerto, pasar hewan Balongpanggang dan Surojenggolo di Gresik, pasar hewan Tikung dan Babat di Lamongan, Pasar Hewan Mojoagung Jombang, Pasar Hewan dan RPH Ngoro yang juga berada di Jombang, serta Pasar Hewan dan RPH Krian di Mojokerto.

“Kami juga melakukan penyemprotan di Pasar Hewan Gempol yang berlokasi di Dusun Bandaran Desa Gempol, Pasar Hewan Pandaan yang berada di Desa Kutorejo, Kecamatan Pandaan, dan Pasar Hewan Sukorejo yang berlokasi di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo,” ujar Budi, Jumat (20/5/2022).

Sekretaris Dinas Peternakan Jawa Timur, Aftabuddin mengatakan, sejauh ini pemerintah belum menyediakan anggaran khusus untuk obat PMK. Ia menjelaskan, belum adanya anggaran khusus untuk obat PMK karena Jatim sebenarnya sudah lama bebas dari penyakit PMK.

“Saat ini penanganan PMK terus diintensifkan. Daerah-daerah yang telah terjangkit kasus PMK langsung diisolasi. Pembatasan pengiriman ternak juga diperketat. Sementara daerah yang belum ada kasus masih diberi kelonggaran,’’ ujarnya dilansir Republika, Jumat (20/5/2022).

Aftabuddin menilai pengobataan hewan terjangkit PMK sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK di Jatim, kata dia tergolong cukup tinggi. Selain itu, tingkat mortalitas (kematian) hewan ternak akibat PMK juga cukup rendah. Hingga kini berada di kisaran 0,6 persen dari total kasus. ”Ini masih jauh dari batas mengkhawatirkan. Tingkat kematian kategori tinggi ada di 1–5 persen,” kata dia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Fedik Abdul Rantam berpendapat, disinfeksi di lingkungan peternakan menjadi langkah paling tepat dalam mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit mulut dan kuku, kata dia, merupakan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah karena virus. Tingkat penularannya juga tergolong tinggi.

Penyebarannya dapat melalui berbagai cara seperti udara, makanan, kotoran yang menempel pada alas kaki, pakaian, kontak langsung, peralatan kandang, dan jarum suntik.  “Disinfeksi dapat diberikan pada kandang. Ini menjadi upaya memutus dan mencegah penularan virus penyebab PMK secara lebih luas,” kata Fedik.

Guru Besar bidang virologi dan imunologi tersebut menerangkan, peternak dapat memilih beragam jenis disinfektan. Misalnya, Kalsium Karbonat 3 persen; KMNO4 3 persen; Formaldehyde 1 persen; Sodium hypochlorite 3 persen; Sodium hydroxid 2 persen; Sodium Karbonat 4 persen; Citric Acid 0,2 persen; atau Sodium Chlorite 1 persen.  “Tidak perlu menggunakan semua jenis disinfektan, namun salah satu saja,” ujarnya.

Fedik menjelaskan, dari berbagai disinfektan yang ada, terdapat beberapa jenis bahan yang kemungkinan mengalami resistensi terhadap virus tersebut. Misalnya, Chlorine Dioxide dan Iodophores. “Untuk disinfektan berbahan Chlorine Dioxide dan Iodophores masih memiliki kemungkinan untuk virus mengalami resistensi (kurang efektif)” kata dia.

Fedik menyampaikan, disinfektan dapat dibuat sendiri oleh peternak. Terutama bagi peternak di daerah yang tidak mendapat disinfektan komersial. Salah satunya menggunakan kaporit dengan suspensi 10 persen, lalu diencerkan menjadi 2 persen supaya lebih ringan. Selain itu, penggunaan disinfeksi dosis rendah akan menarget virus secara langsung.“Kaporit tidak berefek buruk bagi hewan, namun kalo terlalu tinggi kadarnya menjadi oksidator sehingga alat (berbahan besi) menjadi berkarat,” kata dia. ham, ana

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…