Editor : Redaksi
Tanjung Perak Jazz 3 Digelar di Surabaya North Quay, Penonton Terbius Dengan Duet Indah Kurnia dan Emil Dardak
SurabayaPagi, Surabaya - Alunan musik dari pagelaran Tanjung Perak Jazz (TPJ) yang digelar untuk ketiga kalinya pada tahun ini memenuhi setiap sudut pelabuhan di Surabaya North Quay (SNQ), Kamis (2/6/2022).
Bukan hanya penampilan berbagai musisi Jazz yang membuat suasana menjadi seru dan memanas, akan tetapi suara permainan alat musik yang mereka bawakan mengalahkan angin sejuk yang berhembus dari arah laut.
Gelaran Tanjung Perak Jazz 3 pada malam hari ini membawa konsep lokalitas untuk mendukung para musisi lokal di Surabaya khususnya musik Jazz.
Indah Kurnia selaku penggagas TPJ bersama Surabaya Pahlawan Jazz (SPJ) sangat senang melihat antusiasme penikmat musik jazz pada event malam ini.
Indah kurnia mengaku bangga dapat kembali bernyanyi dengan teman-teman musisi jazz Surabaya. Ia duet bersama Tegar, salah satu murid hasil dari free class Surabaya Entertainer Club (SEC) di Omah Sae binaan dia.
Indah bersama Tegar melantunkan dua lagu dengan chord sama. Indah menyanyikan lagu Antonio's Song - Michael Frank. Sementara Tegar melantunkan Keraguan.
"Saya senang sekali, bangga, haru, bahagia campur aduk," ujar Anggota Komisi XI DPR RI itu.
Kendati demikian, Indah sebagai penggagas acara ini juga sempat nervous.
"Kepingin menyajikan terbaik, tapi kan kita tahu bahwa tidak mungkin kita sempurna. Tapi dengan berjalannya acara ini tadi dari awal sampai akhir yang paling penting di outdoor tidak hujan. Jadi cuaca dan alam mendukung. Bagi saya rasanya sudah senang sekali," ungkapnya.
Apalagi, lanjut Indah Kurnia, para pejabat daerah turut memberi dukungan dengan hadir langsung. Mulai Kapolres, Pangdam V/Brawijaya, Wagub Emil, Kepala Kanwil BI Jatim, Kepala OJK Jatim serta Kantor Pajak, Bea Cukai serta sejumlah industri jasa keuangan.
"Lengkap pokoknya semua yang saya undang," imbuhnya.
Dalam acara Tanjung Perak Jazz juga dihadiri oleh Emil Elistianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur yang membawakan lagu Moody Smooth ciptaan George Benson.
Menurut Emil meskipun aliran musik jazz sangat segmented, tapi dengan hadirnya Tanjung Perak Jazz 3 bisa menjadi wadah bagi semua komunitas jazz untuk menikmati momen bersama.
“Musik jazz bukan soal adu siapa yang paling megah tapi menikmati momen untuk bersama,” tutur Emil.
Emil juga yakin Kota Surabaya bisa menjadi medium untuk berkembangnya berbagai komunitas aliran musik, salah satu contohnya dengan hadirnya Tanjung Perak Jazz ini.
Tanjung Perak Jazz hari ini digelar sejak siang pukul 14.00 WIB dengan menghadirkan tiga panggung outdoor dan indoor.
Salah satu stage yang ada di lantai paling bawah sudah selesai sejak pukul 16.00. Namun para pecinta musik Jazz masih bisa menikmati penampilan dua stage pada malam hari yang diisi oleh musisi-musisi lokal di Surabaya. Seperti di indoor stage ada Dr Mik’n The Blues Project, Orange Band, Korek Jazz, Surabaya All Star.
Sedangkan untuk di outdoor stage ada Pavoiseren, Fusion Jazz Community, Estu, Sweetswignoff, Iroel – Rino & Marina Sidik.
Meski pengunjung yang hadir cukup segmented, namun eksotisme acara yang berpadu dengan suara alat musik yang otentik itu mampu memenuhi setiap ruang di Surabaya North Quay Gapura Surya dan membalut momentum malam ini dengan penuh kehangatan. By
Tag :