Teledor, Perawat Puskemas di Jombang Beri Balita 2 Tahun Oralit Kadaluwarsa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Barang bukti oralit kadaluwarsa yang membuat balita 2 tahun yang membuat sakitnya semakin buruk.
Barang bukti oralit kadaluwarsa yang membuat balita 2 tahun yang membuat sakitnya semakin buruk.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Oknum perawat Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang diduga memberi oralit kedaluwarsa kepada balita 2 tahun. Kedaluwarsanya oralit itu diketahui setelah sakit yang dialami balita itu memburuk. Pihak puskesmas pun mengakui hal tersebut.

Insiden ini viral setelah akun Facebook Ika Wahyuniasari mengunggah kronologi kondisi keponakannya Jumat (10/6/2022).  Sutrisno (30) paman korban menceritakan kronologi kejadiannya.

Anak pertama dari pasangan suami-istri Kiki Niamita Utami dan Yudi Irawan itu awalnya mengeluhkan sakit diare. Sehingga pada Selasa (7/6), balita bernama Keysya Calista Aurela dilarikan ke Puskesmas Bandarkedungmulyo.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, langsung saya bawa ke UGD Puskesmas. Dari situ diperiksa, habis diperiksa terus dikasih obat ini," ungkap Sutrisno, Sabtu (11/6/2022).

Setibanya di rumah, 3 obat dari puskesmas diminumkan ke balita pada pukul 17.00 WIB. Pihak orang tua tidak memeriksa obat yang diberikan puskesmas. Mereka percaya pihak Puskesmas tidak mungkin teledor dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Sore, obat diminumkan ke anaknya selama dua hari. Nggak dilihat karena kami sama keluarga percaya sama puskesmas. Setelah dilihat pada hari Rabu sore, ternyata obatnya kedaluwarsa sejak bulan 5, padahal sudah diminum dua hari," bebernya.

 

Sakit Tambah Buruk

Usai meminum obat kedaluwarsa, sakit diare Keysya bukannya sembuh justru tambah buruk. Mengetahui kondisi balita yang kian parah sakitnya, membuat pihak keluarga segera mencari pertolongan dan melarikan ke bidan desa.

"Tambah parah, nggak bisa ngapa-ngapain. Anaknya lemas, diare terus malahan. Ya, jalan keluarnya diberi minum degan ijo. Terus dibawa ke bidan Bandar. Termasuk dijelaskan ke bidan kalau balita ini habis minum obat kedaluwarsa," paparnya.

Selanjutnya pada Kamis sekitar pukul 20.00 WIB, Keysya dibawa ke UGD RSUD Kertosono untuk mendapatkan perawatan.

"Ya di sana mendapatkan pelayanan yang baik, dan perawatan juga baik," katanya.

 

Puskesmas Akui Kesalahannya

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr Ira Yulianti membenarkan sebelumnya balita bernama Keysya Calista Aurela sempat dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sakit diare dan panas.

"Pasien datang kondisinya diare, sudah dua hari dan waktu di bawa ke sini pada sore. Pasien datang dalam keadaan yang masih bagus, sehingga diizinkan dirawat di rumah, tidak rawat inap," ungkapnya.

Orang tua balita diberi tiga obat oleh perawat yang jaga puskesmas. Obat ini digunakan untuk mengobati diare, antibiotik dan panas. Namun obat tidak dilakukan pengecekan oleh perawat. Sehingga obat yang seharusnya dimusnahkan karena kedaluwarsa, justru diberikan ke pasien.

"Yang memberikan memang perawat jaga. Seharusnya ada pengecekan, tapi karena stoknya yang atas kosong, sehingga ambil yang dibawa. Yang dibawa ini seharusnya dimusnahkan," ucapnya.

Terpisah, Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes Jombang dr Ulfah Izzah mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan kepada keluarga balita Keysha, warga Desa Mojokambang, Bandar Kedungmulyo.

Namun, kunjungannya bersama perwakilan Puskesmas Bandar Kedungmulyo ke rumah korban belum membuahkan hasil.  "Kami sudah ke rumahnya, ternyata belum pulang. Mungkin nanti puskesmas akan menghubungi perangkat desa setempat untuk membantu koordinasi dengan keluarganya," kata dr Ulfah kepada wartawan, Minggu (12/6/2022).

Ulfah menjelaskan pihaknya bersama perwakilan Puskesmas Bandar Kedungmulyo berencana membesuk balita Keysya di RSUD Kertosono, Nganjuk. Kunjungan tersebut sedianya untuk menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

"Kalau memungkinkan akan kami jenguk ke RSUD Kertosono. Kalau tidak ya nanti menunggu pulang," jelasnya. jm-2/ham

Berita Terbaru

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …

Harga BBM di Malaysia Turun

Harga BBM di Malaysia Turun

Jumat, 02 Okt 2026 07:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – Harga BBM di Malaysia terpantau mengalami penurunan pada awal bulan ini. Harga BBM jenis RON 95 dan RON 97, termasuk solar di Malaysia, m…