Diduga Diserobot oleh Tetangga, BPN Sumenep Lakukan Pengembalian Batas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BPN Lakukan pengukuran atas lahan milik Moh. Anwar Desa Gapura Barat Sumenep. SP/Ainur Rahman
Petugas BPN Lakukan pengukuran atas lahan milik Moh. Anwar Desa Gapura Barat Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Sumenep, melakukan pengembalian batas milik warga Dusun  polalang Desa Gapura Barat Kec. Gapura Kab. Sumenep. Selasa (14/06)

Hadir pada kegiatan tersebut, pihak BPN, Danramil, kepolisian berikut aparatur desa yang ikut menyaksikan kegiatan pengukuran pengembalian batas di Desa Gapura Barat tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini, pengembalian batas dilakukan atas dasar pengajuan dari pemilik lahan, Drs. Ec. Moh. Anwar SH yang diduga telah diserobot oleh tetangga sebelahnya.

Saat ditemui di kediamannya, Anwar pemilik lahan mengaku, sudah mewanti-wanti tetangganya agar tidak mendirikan bangunan di tapal batas dinding rumahnya karena lahan tersebut masih milik keluarga besarnya dan bersertifikat.

Namun kata dia, perkataannya kurang diperhatikan dengan tetangganya, dan tetap mendirikan bangunan yang berdempetan dengan rumahnya.

"Saya hanya ingin mengambil hak saya, makanya pihak BPN yang dapat memastikan area luas tanah sesuai dengan sertifikat yang saya miliki sekarang," katanya kepada Surabaya Pagi, Selasa (14/06).

Menurut Anwar,  pihaknya hanya memohon kepada Badan Pertanahan (BPN) kab. Sumenep, agar melakukan peta bidang tanah berdasarkan sertifikat, itu saja.

Selain itu, pihaknya meminta agar BPN yang bisa mengembalikan sesuai dengan prosedur dan areal luas lahan saya sesuai dengan di sertifikat.

"Saya pasrahkan semuanya kepada yang berwajib, karena kita undang dari pihak BPN, Danramil, kepolisian termasuk Aparatur desa"  Pungkasnya

Sementara, petugas dari  BPN Adi mengatakan, jika pengembalian batas itu hanya dilakukan pengukuran terlebih dahulu, belum bisa dikasih patok, karena masih harus disesuaikan dengan datanya yang ada di kantor.

"Saya belum bisa memberikan patok pembatas dari batas-batas yang diukur tadi, karena masih harus menyesuaikan dulu dengan data validnya di kantor"

 

Selain itu pihaknya juga mengatakan jika pengukuran dan pengembalian batas itu dilakukan sesuai dengan instruksi pimpinan, jadi yang bisa menyimpulkan nantinya adalah atasan saya.

"Insya Allah, selambat-lambatnya hari senin depan sudah bisa keluar patoknya, kita tunggu saja, dan bersabar" pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 3,32 Persen, Emas dan Transportasi Jadi Pemicu

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 3,32 Persen, Emas dan Transportasi Jadi Pemicu

Rabu, 02 Sep 2026 12:02 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 12:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi Jawa Timur pada Agustus 2026 mencapai 3,32 persen secara tahunan (…

Gejala Berlanjut, Enam Santri Ponpes Manba’ul Hikam Kembali Dilarikan ke RSUD Notopuro

Gejala Berlanjut, Enam Santri Ponpes Manba’ul Hikam Kembali Dilarikan ke RSUD Notopuro

Rabu, 02 Sep 2026 11:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Penanganan santri yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo masih b…

Ratusan Santri Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Konsumsi MBG, Kasus Sidoarjo Tembus 500 Pasien

Ratusan Santri Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Konsumsi MBG, Kasus Sidoarjo Tembus 500 Pasien

Rabu, 02 Sep 2026 11:32 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:32 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Dugaan keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ra…

Fasilitasi Angkutan Pelajar Gratis, Pemkot Malang Terapkan Standar Ketat Bertahap

Fasilitasi Angkutan Pelajar Gratis, Pemkot Malang Terapkan Standar Ketat Bertahap

Rabu, 02 Sep 2026 11:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti layanan angkutan pelajar gratis, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengupayakannya secara bertahap…

Hadapi Kemarau, Pemkab Optimalkan Cadangan Air Waduk dan Rawa untuk Irigasi

Hadapi Kemarau, Pemkab Optimalkan Cadangan Air Waduk dan Rawa untuk Irigasi

Rabu, 02 Sep 2026 11:14 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai salah satu langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan irigasi dan mendukung sektor pertanian menghadapi musim kemarau,…

Antisipasi Masalah Kebakaran, Pemkab Pamekasan Terus Perkuat Mitigasi

Antisipasi Masalah Kebakaran, Pemkab Pamekasan Terus Perkuat Mitigasi

Rabu, 02 Sep 2026 11:07 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna mencegah terjadinya kebakaran yang akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah Kabupaten Pamekasan, Pemerintah Kabupaten…