Bila Dipaksakan, PDIP Berantakan

Tak Satupun Pengamat Politik Rekomendasi Puan, Capres 2024

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puan Maharani saat menjadi "penjual ikan bakar" saat mengikuti acara Festival Bakar Ikan Nusantara dalam rangka refleksi Bulan Bung Karno, 25 Juni 2022 lalu.
(foto: sp/instagram @puanmaharaniri)
Puan Maharani saat menjadi "penjual ikan bakar" saat mengikuti acara Festival Bakar Ikan Nusantara dalam rangka refleksi Bulan Bung Karno, 25 Juni 2022 lalu. (foto: sp/instagram @puanmaharaniri)

i

SURABAYAPAGI, Jakarta- Hingga Juni 2022 lalu rating elektoral Puan dari hasil berbagai lembaga survei ternama masih dikisaran antara 2,6 sampai 3,1 persen. Ini juga terkatrol oleh jabatannya Ketua DPR RI sekaligus sosialisasi dengan memasang baliho di seluruh Indonesia.

 

Sejumlah pengamat politik dan komunikasi di Jakarta menilai karier Politik Ketua DPR RI Puan Maharani telah mencapai puncaknya. Kalau toh, dilompatkan yang lebih tinggi lagi yaitu sebagai Calon Presiden 2024, banyak

kalangan yang tidak setuju. Puan Maharani diharapkan menjadi negarawan dan tidak memaksakan diri untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menanggapi hasil RMOLVote "9 Capres 2024" yang menampilkan nama Puan Maharani berada di urutan kelima dengan perolehan 8.939 dukungan atau 10,89 persen dari total dukungan sebanyak 82.093 pemilih, tersenyum sinis.

"Ancaman (bagi PDIP) akan terjadi apabila Puan tetap dipaksakan maju, akan terjadi konflik internal yang tidak akan dapat terbendung," ujar Saiful pada Rabu, (6/7/2022).

 

Sosok Negarawan

Sementara Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana menyarankan, Puan Maharani lebih baik menjadi sosok jiwa negarawan dan tidak mencalonkan sebagai presiden maupun wakil presiden pada bursa Pilpres 2024.

 

Ini dilema bagi dua pengamat politik memberi penilaian kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo . Puan dan Ganjar, adalah dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang digadang-gadang akan masuk bursa calon presiden 2024.

 

Nama keduanya juga terus muncul dalam hasil jajak pendapat yang digelar berbagai lembaga survei.

Meski Puan dan Ganjar sama-sama berasal dari satu partai, aroma persaingan politik di antara para pendukung mereka tidak bisa ditutupi. Dari karier politik, Puan lebih berpengalaman di tingkat nasional.

 

Selain menjadi Ketua DPR periode 2019-2024, Puan yang merupakan anak Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia periode 27 Oktober 2014–1 Oktober 2019.

 

Selain itu, Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPR periode 23 Januari 2012–27 Oktober 2014, dan menjadi anggota DPR sejak 1 Oktober 2009.

 

PDIP Paksakan Diri

Meski demikian, bila PDIP memaksakan diri mengusung Puan Maharani, maju dalam Pilpres 2024, bisa memunculkan konflik internal hingga kehancuran bisa dialami partai banteng moncong putih itu.

Apalagi ada Survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan elektabilitas Puan hanya 2% kendati memiliki modal kuat terjaminnya tiket PDIP mengusung pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024.

 

LSI menggelar survei pada 24 Mei-7 Juni 2022 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, elektabilitas Puan masih mungil, hanya 2% jauh dari kaliber Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang elektabilitasnya 28,9%.

 

“Memang kita tahu Puan itu darah biru di kandang merah. Tapi apakah beliau sanggup meningkatkan elektabilitas hingga akhir tahun 2023,” kata Mulyana, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

 

Meski demikian, Ade Mulyana, tokoh politik muda Jakarta menilai Puan masih memiliki keistimewaan yang membuka peluangnya maju pada arena Pilpres 2024. Status putri Megawati dan jumlah kursi PDIP yang mencapai 128 kursi di parlemen memudahkannya untuk diusung.

 

“Tokoh sentralnya PDIP (di Pilpres 2024) itu Mbak Puan, tapi ada masalah tingkat elektabilitas, itu bisa digenjot akhir tahun 2022 dan 2023,” tekan Mulyana.

 

Sejak pekan lalu Puan mengunjungi daerah-daerah untuk konsolidasi dengan pengurus PDIP serta menghadiri sejumlah kegiatan. Puan bahkan sempat berkunjung ke Sumbar, Jabar, Jatim.

 

Saiful menilai meskipun Ketua DPR RI ini masuk lima besar RMOLVote, kehancuran PDIP akan terjadi apabila Puan tetap diajukan sebagai kandidat pada 2024 yang akan datang. "Karena PDIP sendiri ada simpul Ganjar Pranowo yang hampir pasti akan mencalonkan diri pada 2024. Ancaman perpecahan itulah yang akan menjadi harapan parpol lain, yang saya kira dengan terpecahnya suara PDIP akan mengakibatkan tidak optimalnya suara kandidat yang berasal dari kader PDIP, baik Puan Maharani maupun Ganjar," papar Saiful.

Untuk itu, Saiful menyarankan, PDIP berkoalisi dengan partai politik (parpol) lainnya untuk "mengawinkan paksa" Puan dengan tokoh lainnya.

 

"Ancaman keterbelahan kader PDIP apabila tetap memaksakan memajukan Puan. Kalaupun ingin dikawinkan secara paksa maka bisa jadi Ganjar-Puan atau sebaliknya, meskipun agak sulit kalau PDIP tidak berkoalisi dengan partai politik lainnya," pungkas Saiful soal skenario PDIP usung Puan Maharani di Pilpres 2024.

 

Permintaan Puan Maharani

Putri mantan presiden Megawati Soekarnoputri itu meminta seluruh kader PDI-P tidak terpengaruh dengan hasil jajak pendapat yang sudah ada.

 

“Sekarang ini kan banyak survey dan mengatakan yang tinggi si ABCDE. Yang tidak naik DEF dan tidak bisa maju 123. Survei itu betul karena jadi salah satu hal yang dipertimbangkan, Tetapi kita PDI-P punya jaringan dan perangkat kadangkala tidak masuk dalam survei. Jangan terpengaruh dalam survei,” ujar Puan Maharani di depan ribuan kader PDI-P Kabupaten Wonogiri, Selasa lalu (26/4/2022).

 

Ketua DPR RI itu meminta seluruh kader saat ini untuk tegak lurus mengikuti arahan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. Untuk itu, seluruh kader tidak boleh berandai-andai dan tetap menunggu instruksi dari DPP PDIP. (erc/jk/rmc)

Berita Terbaru

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengingatkan Direksi BPJS Kesehatan harus memastikan…

Airlangga Umumkan Kesepakatan Dagang antara Prabowo dan Trump

Airlangga Umumkan Kesepakatan Dagang antara Prabowo dan Trump

Jumat, 20 Feb 2026 20:28 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait…