Pertanyaan Pegiat Media Sosial Jhon Sitorus

"Komnas HAM ini Bela Korban atau Pelaku"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Padahal, Belum Panggil Irjen Ferdy dan Istrinya sudah Bikin Kesimpulan

 

SURABAYAPAGI,.COM Jakarta- Pernyataan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam yang mengaku bisa menarik kesimpulan terkait kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J, Disorot penggiat media sosial. Sebelumnya Humas Polri menyatakan Brigadir J diduga tewas akibat tembakan dari Bharada E di kediaman Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Meski hingga saat ini, Komnas HAM belum melakukan pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo dan istrinya, Putri, tapi bisa membuat kesimpulan kejadian tewasnya Brigadir J. Padahal, pemeriksaan terhadap keduanya dinilai penting untuk mengungkap fakta peristiwa penembakan.

Terlebih dalam peristiwa tersebut, polisi menyebut Putri sebagai korban yang diduga dilecehkan Brigadir J . Selain itu lokasi dugaan pelecehan serta penembakan terjadi di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) lalu.

 

Alasan Choirul Anam

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan alasan lembaganya yang belum juga memanggil Ferdy Sambo dan Putri. Karena masih harus terlebih dahulu mengumpulkan keterangan yang lengkap terkait konstruksi peristiwa.

"Pasti, kami akan panggil Pak Ferdy Sambo, pasti kami akan meminta keterangan Bu Putri, tapi tahapannya adalah memperkuat dulu sekuens-sekuens ceritanya, konteks waktunya dan sebagainya. Baru nanti pasti ke Ferdy Sambo, nanti akan ke TKP," kata Anam kepada wartawan di Kantor Komnas HAM pada Selasa (28/7/2022).

Sejauh ini dari proses penyelidikan Komnas HAM, sejumlah data telah mereka kumpulkan serta terdapat temuan baru yang mematahkan spekulasi-spekulasi kematian Brigadir J.

 

Sebelumnya Komnas HAM Tolak

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menolak untuk bergabung dengan tim pencari fakta terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Komnas HAM menyatakan, akan berperan dari luar untuk dapat memberikan pandangannya terhadap kasus Brigadir J.

Demikian Wakil Ketua Komnas HAM Amirudin dalam keterangannya kepada Jurnalis Kompas TV Isye Naisila Zulmi, Rabu (13/7/2022).

 

Pertanyaan Pegiat Medsos

Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengkritik Komisoner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam yang mengaku bisa menarik kesimpulan dalam insiden tewasnya Brigadir J.

Pegiat Medos Jhon Sitorus mempertanyakan bagaimana bisa Komnas HAM bisa mengambil kesimpulan mendahului hasil dari tim forensik.

Hal itu disampaikan Jhon Sitorus lewat akun Twitter pribadinya, pada Kamis (28/7/ 2022). "Komnas HAM itu isinya manusia ga sih? Kok sudah mengambil kesimpulan dengan mendahului hasil ilmiah dari tim forensik?," kata Jhon Sitorus, bernada tanya.

Dia pun mempertanyakan siapa yang Komnas HAM bela. "Siapa sebenarnya yang dibela, korban atau pelaku?," pungkasnya.

 

Perlindungan Korban Sangat Penting

Sementara Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid saat menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyesr Club (ILC) menyarankan agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberi perlindungan pada keluarga Brigadir J.

Kepada bintang Karni Ilyas Usman Hamid menyapaikan bahwa perlindungan bagi keluarga korban sangat penting, apalagi kondisi ayah dari Brigadir J, yaitu Samuel Hutabarat berada dalam tekanan.

"Dan yang paling penting lagi adalah keadilan buat keluarga korban, buat keluarga Samuel Hutabarat yang sampai hari ini masih, bahkan berada dalam tekanan," kata Usman Hamid dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (26/7/2022).

"Berada dalam tekanan berarti perlu perlindungan saksi, Pak Samuel, bapak ini, suaminya Bu Rohani gitu, saya kira perlu perlindungan saksi dan korban," tambah Usman Hamid. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polisi masih memburu tersangka YB, warga negara (WN) China sebagai pengendali judi online (judol) dengan modus live pornografi…

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polda Jawa Barat membenarkan adanya tato di tubuh YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik…

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada artikel Bloomberg, 25 Juni 2026, berjudul “Indonesia Opens Door to Dirty Money to Fund Prabowo's Plans” . Bloomberg, menulis I…

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam waktu 25 menit, seorang wanita melahap habis tart berdiameter 28 cm dengan kandungan 14.000 kalori! Memecahkan rekor dunia…

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PSI, Bestari Barus menyebut PSI percaya bisa unjuk gigi dalam kontestasi politik tahun 2029 mendatang. Dia menyebut PSI…

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada periode libur sekolah 2026, Kemenhub menyiapkan diskon tiket kereta api ekonomi sebesar 30% untuk 1.174.624 penumpang.…