Putusan Sela Pekan Depan, Majelis Hakim Akan Tanggapi Eksepsi dari Mas Bechi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kajari Jombang Tengku Firdaus di Pengadilan Negeri Surabaya
Kajari Jombang Tengku Firdaus di Pengadilan Negeri Surabaya

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang ketiga kasus pencabulan santriwati Jombang oleh terdakwa M. Subchi Azal alias Mas Bechi Bin Much. Muchtar Mu'thi secara tertutup dan online di Ruang Sidang Cakra, Senin (01/08/2022).
 
Ditemui usai sidang, Kajari Jombang Tengku Firdaus mengatakan bahwa hari ini agenda sidang adalah mendengar tanggapan penuntut umum atas eksepsi terdakwa melalui penasehat hukumnya.
 
"Jadi berdasarkan eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum ada tiga poin yang diajukan pada sidang sebelumnya," kata Firdaus.
 
Adapun tiga poin tersebut yang pertama adalah terkait kompetensi relatif, yakni kewenangan PN Surabaya untuk mengadili perkara ini.
 
"Tadi kami jawab berdasarkan ketentuan Pasal 5 Mahkamah Agung berdasarkan fatwanya sudah mengeluarkan fatwa untuk pemindahan sidang. Jadi dasarnya itu ada beberapa mekanisme usulan kondusifitas dan keamanan di Jombang," ia menjelaskan.
 
Menurutnya, usulan itu disampaikan pada rapat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jombang melalui Bupati dan Kapolres Jombang, yang mana mereka merekomendasikan untuk pemindahan sidang.
 
"Kemudian usulan itu kami teruskan ke Mahkamah Agung," ia menuturkan.
 
Sementara poin keberatan yang kedua terkait tidak cermat dan tidak lengkapnya surat dakwaan. Menurut Firdaus, meski hal itu tidak masuk dalam pokok materi eksepsi, namun pihaknya tetap menanggapi karena itu sudah masuk pokok materi perkara.
 
"Sebagaimana yang disarankan dalam Pasal 143 ayat 2 KUHP, kami juga sudah jawab karena penasehat hukum terdakwa mendalilkan bahwa tidak ada uraian terkait adanya ancaman kekerasan," ia menerangkan.
 
Sedangkan poin yang ketiga hampir sama dengan poin yang kedua, yaitu dakwaan tidak lengkap tidak jelas karena ada beberapa kutipan kata-kata di dalam surat dakwaan yang multitafsir oleh penasehat hukum.
 
"Tapi sudah kita jawab juga. Jadi versi dari penasehat hukum bahwa di dalam uraian surat dakwaan kami tidak jelas terkait apa-apa saja yang kami dakwakan terhadap perbuatan terdakwa. Kalau ini sudah masuk pokok materi perkara, sudah kita tanggapi semua karena dakwaan sudah kami susun lengkap jelas," ia menegaskan.
 
Sidang akan dilanjutkan kembali pada Senin pekan depan, 8 Agustus 2022, dengan agenda Majelis Hakim akan membuat putusan sela.
 
"Jadi menolak atau menerima apa yang menjadi keberatan dari penasehat hukum dan tanggapan dari kami selaku JPU. Semua poin itu akan dijawab di putusan sela," ia menguraikan.
 
Selain itu, Majelis Hakim sekaligus juga akan menjawab terkait keberatan penasehat hukum untuk melaksanakan persidangan secara online atau offline.
 
"Kami juga tanggapi tadi secara tertulis, kami ajukan ke Majelis Hakim," ia menandaskan.
 
Sebagai informasi, sidang diketahui sempat diundur selama lima menit dari jadwal semula pukul 10.00 WIB, lantaran adanya gangguan teknis. Terkait hal ini, Penasehat Hukum terdakwa Dion Leonardo pun membenarkannya.
 
"Tadi memang sempat ada skors lima menit. Kelemahan sidang online seperti ini jadi kurang jelas bagi kita karena bicara teknologi itu mungkin sinyal ataupun yang lain. Jadi tetap kita minta sidangnya secara offline atau sidang langsung dan menghadirkan terdakwa di persidangan," kata Dion.
 
Terkait dikabulkan atau tidak eksepsi dari Tim Penasehat Hukum, nantinya semua akan disebutkan di dalam putusan sela Senin pekan depan. res 
 
 
 
 
 
 

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…