Pakaian Adat ala Jokowi, Bisa Diterapkan di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Harap Politisi Wanita Surabaya, Reni Astuti dan Dyah Katarina

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ada yang menarik di upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Istana Negara tadi pagi, dimana Presiden Jokowi lagi-lagi diketahui kembali menggunakan pakaian adat. Adapun pakaian adat yang digunakan oleh Presiden Jokowi di upacara tersebut yakni pakaian adat Dolomani dari Buton, Sulawesi Tenggara.

Presiden Jokowi memang kerap kali menggunakan pakaian adat di momen peringatan HUT RI. Seperti tahun lalu misalnya, Presiden diketahui menggunakan pakaian adat Pepadun, Provinsi Lampung. Kemudian, di HUT ke-75 RI tahun 2020, Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, NTT.

Terkait kebiasaan penggunaan pakaian adat di upacara peringatan HUT RI ini, direspon tokoh wanita asal Surabaya, yakni Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti dan anggota DPRD Surabaya asal PDIP, Dyah Katarina yang dihubungi terpisah oleh Surabaya Pagi, Kamis (17/8/2022).

Reni Astuti, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut penggunaan pakaian adat di upacara peringatan kemerdekaan RI sebagai sebuah kebanggaan.

"Saya kira kegiatan dengan menggunakan pakaian nasional sangat bagus mengingat sekarang eranya digital. Jadi bisa diakses oleh orang-orang di luar negeri yang itu bisa menunjukkan bahwa Indonesia ini punya keunggulan dan kekhasan," kata Reni saat dihubungi via sambungan seluler, Rabu (17/8/2022).

Pakaian adat tersebut, tambah Reni, merupakan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia yang memiliki semboyan bangsa yakni Bhinneka Tunggal Ika. Mulai terdiri dari banyak pulau dan suku, sebagai bentuk kekayaan Nusantara.

"Dan saya kira itu salah satunya bisa menjadikan semakin menarik untuk menyedot perhatian ke Indonesia dan datang ke sini sehingga bisa melihat sendiri bahwa Indonesia itu memang punya kekayaan yang luar biasa, termasuk beragam pakaian adatnya," ia menjelaskan.

Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Jokowi itu bisa menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar sekalipun.

"Bahkan jika perlu pelajar-pelajar di hari-hari tertentu juga bisa lebih mengenalkan terkait dengan penggunaan baju adat itu. Utamanya tentu di hari-hari Nasional," ia menuturkan.

"Setidaknya di hari Nasional itu ada atau mungkin di hari-hari tertentu seperti ulang tahun perayaan sekolah atau mungkin hari-hari istimewa. Yang jelas ini tidak dilupakan dan menurut saya ini penting untuk anak-anak, untuk pelajaran," ia mengungkapkan.

Senada dengan Reni, anggota fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina juga sangat mendukung penggunaan pakaian adat dalam upacara peringatan HUT RI.

"Tapi kalau bisa jangan hanya di HUT RI saja. Contohnya di Bali, tiap hari Rabu atau Kamis seluruh PNS, guru, apapun, diwajibkan pakai baju adat daerah. Nah ini misalkan di Surabaya dilakukan ya bagus. Itu hanya perlu pembiasaan saja," kata istri dari Bambang DH.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar kita tidak lupa dengan pakaian adat, meskipun jika menilik pakaian adat yang digunakan Presiden Jokowi itu untuk petinggi atau raja di suatu daerah tertentu.

"Sehingga kita meraba-raba agak susah itu dari daerah mana. Tapi itu nggak papa, dengan begitu kita mencari tahu, terus disosialisasikan ini baju adat mana, jadi ini edukasi buat masyarakat Indonesia, sesuatu yang bagus, why not?" ia menandaskan. res/rmc

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…