SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri, tak yakin Motif emosional yang melatarbelakangi Irjen Ferdy Sambo, membunuh Brigadir J, ajudannya.
“Bisa jadi melibatkan perasaan marah, dendam, benci, sakit hati, cemburu, dan lain sebagainya.
Namun, motif ini kemudian membuat publik bertanya-tanya.
Bagaimana mungkin seorang petinggi aparat penegak hukum bintang 2 (Irjen Ferdy Sambo) bisa larut dalam emosi, bisa larut dalam cemburu, tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa mengendalikan amarahnya. Rasanya mustahil kalau kemudian seorang aparat penegak hukum bintang 2 melakukan kejahatan semata-mata dengan adanya motif emosional," kata Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, Senin (22/8/2022).
"Kalau bicara tentang motif instrumental maka relevan diduga barang kali aksi pembunuhan ini dalam rangka mendapatkan jabatan, dalam rangka mendapatkan kenaikan pangkat atau mungkin juga untuk menutup-menutupi kejahatan lainnya," ungkapnya.
"Harapan saya memang ini yang harus dilakukan penyidikan ulang, karena adanya motif instrumental ini yang sekarang terwakili oleh narasi konsorsium 303," imbuhnya.
Selain motif emosional, diketahui bahwa Ferdy Sambo terlibat juga dalam bisnis gelap judi atau konsorsium 303.
Bahkan belum lama ini, beredar dokumen Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303 yang dibekingi Sambo. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham