Polling Wacana Penghapusan BBNKB

Hampir Seluruh Responden, Setuju Penghapusan BBN 2 dan Pajak Progresif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Korlantas Polri mengusulkan biaya Bea Balik Nama (BBN) 2 untuk kendaraan bekas dan pajak progresif dihapus. Tanpa kedua beban ini, masyarakat diharapkan lebih taat bayar pajak kendaraan dan data registrasi kendaraan lebih rapi.

Bahkan, pihak Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri juga meminta di setiap pemerintah daerah untuk segera menghapuskan BBN 2 dan pajak Progresif. Alasannya, agar masyarakat mau taat bayar pajak. "Kenapa dihilangkan? Biar masyarakat ini mau semua bayar pajak. Apalagi kalau ada pemutihan pajak, antusias tinggi," kata Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus, seperti dikutip dari situs NTMC Polri, Kamis (25/8/2022).

Dengan penghapusan BBN 2 dan pajak progresif itu, apakah masyarakat setuju? Atau justru tidak setuju? Tim Litbang Surabaya Pagi melempar jajak pendapat ke masyarakat di Surabaya Raya dan Jawa Timur. Pertanyaannya, "Setujukah Anda bila Bea Balik Nama (BBN) kendaraan dihapus?" dan "Bagaimana bila Pajak Progresif kendaraan juga dihapus, apakah Setuju?"

Jajak pendapat, di mulai Jumat (26/8/2022) pukul 10:00 WIB hingga tenggat waktu pukul 17:00 WIB. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media sosial Instagram dan Twitter.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 100 responden. Hasilnya, 91 warganet setuju kalau Bea Balik Nama kendaraan, khususnya BBN 2 alias BBN untuk kendaraan bekas dihapuskan. Sedangkan, hanya 9 warganet, yang tidak setuju.

Sama halnya juga dengan pajak progresif kendaraan yang biasa dikenakan kepada pemilik kendaraan lebih dari satu mobil Sekitar 79 responden setuju bila dihapuskan. Namun, ada 21 orang yang tidak setuju.

 

Kesenjangan Sosial

Lantas apa alasan warganet yang tidak setuju bila BBN 2 dan pajak progresif itu dihapuskan? Berikut rangkuman komentar yang dihimpun tim litbang Surabaya Pagi.

"Menambah kesenjangan sosial saja. Contoh, orang yang membeli motor makin banyak. Apalagi kalau dihapus, juga akan mengurangi pendapatan negara," kata salah satu responden berkelamin perempuan, yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Hanya saja, dia menambahkan, yang ia tidak setuju dihapus yakni soal pajak progresif. Sedangkan, untuk bea balik nama, dirinya justru menyetujui. "Ini soal pajak progresif yah. Sebab, ini mengontrol dan membebankan para pengguna kendaraan untuk tetap membayar pajak," lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Patria, 30 tahun, warga Kediri, yang tidak setuju bila pajak progresif dihapuskan. "Pajak progresif khan bagi orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu. Nah ini biar mereka yang kaya-kaya juga tetap kewajiban bayar pajak," ucap Patria, singkat.

 

Meningkatkan Pendapatan Daerah

Sedangkan, beberapa warganet yang setuju, pajak BBN 2 dan pajak progresif dihapuskan, mengaku untuk memberikan bantuan kepada rakyat. "Karena, bisa dibilang, yang beli kendaraan bekas, mereka dari kalangan menengah yah. Minimal bisa ngebantu," seperti yang diutarakan Wibisono, 27 tahun, asal Sidoarjo.

Apalagi, tambahnya, agar setiap warga juga makin rajin bayar pajak dan tidak dibebankan dengan pajak-pajak progresif dan balik nama. "Itu, waktu bu Gubernur ada pemutihan (pajak), yang bayar pajak kendaraan ruameeee banget. Soalnya emang kerasa sih. Nah dari sini khan juga ngebantu pemerintah juga," katanya.

Berbeda pandangan soal penghapusan BBN 2 dan pajak progresif, bagi Affan, 38 tahun. "Gratiskan saja BBN. Soalnya di lapangan, model kayak gini masih disalah gunakan oknum petugas Samsat," kata Affan.

Affan pun menjelaskan alasan kenapa harus diganti, ia memberikan pengalaman pribadinya. "BPKB harus ganti baru Rp 225 ribu untuk roda dua. Tapi BPKB baru ada 6 bulan lagi. Lah yang butuh duit gak bisa jual motor karena BPKB tidak ada. Ngapain juga harus diganti tiap balik nama. Ujung-ujungnya oknum bisa bermain," lanjutnya. n ana/litbangSP/rmc

Berita Terbaru

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan di Perumahan Pondok Mutiara, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, memicu sorotan tajam publik. P…

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan…

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…