Putri "Digendong" Brigadir J

62,4% Responden Sebut Perselingkuhan, 17,6% itu Asusila

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Motif dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir atau Nofriansyah Yosua Hutabarat masih misterius. Namun dalam Rapat Dengar Pendapa dit Gedung DPR pada Rabu, 24 Agustus 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hanya ada dua kemungkinan motif pembunuhan berencana tersebut. Menurut Listyo Sigit Prabowo, motif dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dipicu masalah kesusilaan, antara perselingkuhan dan pelecehan seksual. "Saat ini kami sampaikan bahwa motif ini dipicu adanya laporan ibu PC terkait masalah-masalah kesusilaan. Jadi mungkin ini untuk menjawab isunya antara pelecehan atau perselingkuhan sedang kita dalami. Tidak ada isu di luar itu," jelas  Listyo.

Sampai dalam RDP dengan Komisi III DPR RI itu, ada yang menjelaskan kronologi saat di Magelang. Yang pertama kali membuka adalah anggota Komisi III DPR RI asal Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding. Sudding menyebut bahwa di Magelang ada peristiwa Putri tengah tidur di sofa, lalu dibopong Brigadir J ke kamar.

"Kemudian, tanggal 4 ada kejadian. Di mana Brigadir J atau pada siang hari si Putri tidur di sofa, di ruang tamu. Lalu datang Brigadir J untuk membopong, mengangkat Putri untuk masuk ke dalam kamar," kata Sudding.

Melihat kejadian itu, sopir Putri yakni Kuat Ma'ruf membentak Brigadir J agar tidak melakukan hal tersebut dan menyentuh Putri Sambo. Akhirnya, Brigadir J mengurungkan niatnya.

Tanggal 6 Juli, kata dia, Irjen Sambo menyusul ke Magelang untuk merayakan ulang tahun pernikahan di malam harinya. "Bergabunglah mereka di sana, di Magelang," jelas dia.

Besok paginya, lanjut dia, Sambo pulang ke Jakarta pada tanggal 7 Juli pagi. "Kemudian, ada kejadian pada sore hari, jam 17.30, menjelang Magrib. Ini sebenarnya pemicu," imbuhnya.

Saat itu, Sudding melanjutkan cerita yang beredar, bahwa Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri di lantai 2. Saat keluar dari kamar mengendap-ngendap, terlihat oleh Kuat Ma'ruf dan ditegur. "Kenapa masuk ke kamar ibu? Kemudian lari," terang Sudding.

 

Jajak Pendapat

Peristiwa ini menarik perhatian tim Litbang Surabaya Pagi, untuk melempar polling ke warganet dan pembaca Surabaya Pagi. Inti yang akan diangkat dalam jajak pendapat Surabaya Pagi, edisi 29 Agustus 2022 hari ini, peristiwa tersebut diatas, apakah pembopongan istri Ferdy Sambo oleh Brigadir J disebut dalam dugaan perselingkuhan atau pelecehan seksual?

Pertanyaan yang dilontarkan tim Litbang Surabaya Pagi, yakni: "Apakah pengakuan Istri Sambo dan kesaksian Kuat Maruf, bahwa Putri dibopong Brigadir J, tanpa adanya pemberontakan, ini layak dikatagorikan pelecehan asusila atau peristiwa perselingkuhan? kalau benar ada tindakan asusila, apakah benar ini bikin aib bagi Istri Jenderal?"

Jajak pendapat, di mulai Minggu (28/8/2022) sejak pukul 10:00 WIB hingga tenggat waktu pukul 18:00 WIB. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media sosial Instagram dan Twitter.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 85 responden. 

Hasilnya, 53 warganet (62,4 persen) menyebut, peristiwa "pembopongan" atau "penggendongan" yang dilakukan Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo, disebut sebagai perselingkuhan.

Sementara, 15 warganet (17,6 persen) mengkategorikan sebagai tindakan asusila. Sedangkan 17 responden (20 persen) lainnya, memilih tidak mau berkomentar.

Jajak pendapat yang digunakan Surabaya Pagi menggunakan wawancara acak dengan menggunakan sarana media sosial, tetap mengedepankan kaidah jurnalistik.

 

Antara Selingkuh atau Asusila

Dari 20 persen responden yang memilih tak mau berkomentar atau tak mau memilih salah satunya, karena menurut mereka, isu yang diangkat ada upaya untuk penggiringan dari peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka Ferdy Sambo kepada Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Jalan Duren Tiga. Salah satunya responden berikut ini yang memberikan komentar saat dimintai polling tim Surabaya Pagi, Minggu (28/8/2022).

"Sebetulnya, betul kalau karena pelecehan atau perselingkuhan, tak menampik bahwa adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan FS. Saya gak bisa memilih salah satu. Abstain saja. Benar tidaknya, yang penting FS itu salah. Telah menembak mati ajudannya sendiri," kata MJ, pria berusia 33 tahun, yang namanya diinisialkan.

Sedangkan dari 62,4 persen, hasil jajak pendapat, menyebut hal itu dipicu karena dugaan perselingkuhan antara ajudan dengan istri Jenderal bintang dua. "Sudah jelas. Ada yang digendong tapi mau. Apalagi saat foto juga asik pegangan tangan. Itu bukan pelecehan. Tapi mau sama mau. Yah jelas perselingkuhan," kata Dedik, responden Surabaya Pagi.

Dedik pun mengingatkan ucapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bahwa motif tidak disinggung karena dapat menyinggung kedua belah pihak. "Sebetulnya sinyalnya saat kapolri dan pak Mahfuf (MD) bilang. Tinggal bagaimana, mau dibuka gamblang atau tidak," lanjutnya. litbangsp/rmc

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…