Dewan Peringatkan Tentang Perda Pajak-Retribusi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung kantor DPRD Kota Pasuruan
Gedung kantor DPRD Kota Pasuruan

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Seluruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) harus diatur hanya dalam satu peraturan daerah (perda). Hal itu sesuai yang diamanatkan UU Nomor 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). DPRD Kota Pasuruan memberikan warning agar pemerintah kota segera menyiapkan pembentukan perda induk tersebut.
 
Sebab, pemerintah kota hanya punya waktu dua tahun untuk menyesuaikan perda tentang pajak dan retribusi daerah. Itu lantaran berlakunya UU Nomor 28/2009 tentang PDRD paling lama dua tahun terhitung sejak diundangkannya UU HKPD pada 5 Januari 2022 lalu. Dengan begitu, pemerintah kota memiliki waktu untuk menyesuaikan perda hingga 5 Januari 2024 mendatang.
 
Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaidi menyatakan, dua tahun merupakan waktu yang singkat. Karena itu, pemerintah kota diminta segera menyiapkan pembentukan perda induk yang mengatur pajak dan retribusi daerah secara keseluruhan. Karena sebelumnya, UU PDRD tidak memberikan batasan mengenai jumlah perda tentang pajak dan retribusi daerah. Akibatnya, setiap jenis pajak maupun retribusi bisa memiliki perda tersendiri.
 
Jadi semua jenis pajak dan retribusi nanti harus dijadikan dalam satu perda. Itu yang harus disiapkan mulai sekarang. Termasuk penyesuaian tarif dan objek pajak dan retribusi,” kata Junaidi.
 
Ia berharap, perda induk mengenai pajak dan retribusi daerah bisa mulai dibahas dengan kalangan legislatif awal 2023. Karena itu, pembentukan perda tersebut setidaknya sudah harus masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda) tahun ini. Terlebih, kata Junaidi, pembentukan perda untuk saat ini masih harus mendapatkan rekomendasi dari Kemenkum HAM RI. Proses untuk mendapatkan rekomendasi itu paling cepat sekitar enam bulan.
 
”Sedangkan waktunya sekarang tinggal setahun. Maka akhir tahun ini semestinya sudah disahkan dalam Prolegda dulu. Pembahasannya bisa dimulai awal 2023,” ungkap legislator PKB tersebut.
 
Ia mengingatkan, pentingnya penyesuaian perda pajak dan retribusi. Karena setelah dua tahun diberlakukannya UU HKPD pada 5 Januari 2024 nanti, daerah sudah harus memiliki perda induk tentang pajak dan retribusi. Sehingga semua perda tentang pajak maupun retribusi daerah yang lama tidak akan berlaku dengan sendirinya.
 
”Ini yang paling krusial. Ketika payung hukumnya tidak selesai hingga batas akhir, akan terjadi kekosongan hukum. Konsekuensinya, pemerintah tidak bisa memungut pajak dan retribusi sama sekali,” jelasnya.
 
Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo memastikan pemerintah sudah merumuskan rancangan perda tentang pajak dan retribusi tersebut. Ia mengaku, pemerintah secepatnya mengusulkan rancangan perda itu ke legislatif. ”Semakin cepat semakin baik. Kami sudah membuat rumusannya,” ungkap Adi.
 
Ia menilai, tuntutan untuk membentuk perda pajak dan retribusi daerah menjadi satu perda itu juga merupakan peluang bagi pemerintah kota. Terutama untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Baik melalui perluasan objek maupun besaran tarif pendapatan yang dipungut.
 
”Tentu nanti akan ada penyesuaian tarif baru karena selama ini masih mengacu pada perda yang lama. Problem pendapatan kita sekarang, selain obyek pajak yang belum diperluas, juga besaran tarif yang perlu disesuaikan,” kata Adi. ris 

Berita Terbaru

Inovasi Petrokimia Gresik Tembus Forum PBB, Bawa Isu Petani dan Talenta Hijau ke New York

Inovasi Petrokimia Gresik Tembus Forum PBB, Bawa Isu Petani dan Talenta Hijau ke New York

Senin, 28 Sep 2026 11:00 WIB

Senin, 28 Sep 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Inovasi industri yang dikembangkan untuk menjawab persoalan petani membawa &nama PT Petrokimia Gresik ke panggung internasional. P…

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Generasi Muda, Pemkab Situbondo Luncurkan ‘Kakak Peka’

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Generasi Muda, Pemkab Situbondo Luncurkan ‘Kakak Peka’

Senin, 28 Sep 2026 10:29 WIB

Senin, 28 Sep 2026 10:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang atau narkoba yang khususnya bagi para pemuda dan pelajar…

Temui Tiga Tokoh Palestina di Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Penguatan Kerja Sama Produktif

Temui Tiga Tokoh Palestina di Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Penguatan Kerja Sama Produktif

Senin, 28 Sep 2026 09:25 WIB

Senin, 28 Sep 2026 09:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima tiga tokoh Palestina dalam pertemuan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, M…

Sudah Disita, Objek Sengketa Jalan Rajawali Dipakai Usaha

Sudah Disita, Objek Sengketa Jalan Rajawali Dipakai Usaha

Senin, 28 Sep 2026 09:16 WIB

Senin, 28 Sep 2026 09:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jalan Rajawali Nomor 17, 19, dan 21, Surabaya, yang tengah…

Dua Tahun Berturut-turut, Kota Mojokerto Juara Umum Fesyar Regional Jawa

Dua Tahun Berturut-turut, Kota Mojokerto Juara Umum Fesyar Regional Jawa

Senin, 28 Sep 2026 09:07 WIB

Senin, 28 Sep 2026 09:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Kota Mojokerto kembali menjadi Juara Umum Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa untuk dua tahun berturut-turut, 2025 dan …

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

​Mazmur 94:2: “Bangunlah, ya Hakim bumi, balaslah kepada orang-orang congkak apa yang hak!” ​Melalui perumpamaan-Nya (seperti kisah Hakim yang Lalim dalam …