Kemenkumham Tegaskan Paten KSLL Tak Bermasalah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL).
Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL).

i

SURABAYA PAGI, Jakarta - Pengembangan kontruksi ramah gempa Konstruksi Sarang Laba - Laba (KSLL) semakin positif.

Hal ini terkait dengan permintaan perencanaan KSLL baik dalam dan Luar Negeri serta diterbitkannya surat pencabutan pembekuan Pembekuan Sementara Paten IDP 0 018 808 atas nama PT Katama Suryabumi oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Menurut perwakilan dari PT Katama, Yudhi Prabawa, surat pencabutan ini menjadi tanda bahwa tidak ada lagi penghambat penggunaan Paten teknologi inovasi ramah gempa, Konstruksi Sarang Laba-Laba, yang patennya dimiliki oleh PT Katama Suryabumi. “Proses yang cukup panjang ini tidak lepas dari peran dan kepedulian eks Wali Kota Surabaya, Bapak Ir. Whisnu Sakti Buana dari keluarga besar Ir. Sutjipto Sekjen PDIP tahun 2000 - 2005, sebagai salah satu penemu atau inventor dari Pondasi Sarang Laba - Laba, ”tandas Yudhi kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).

Dari data yang diterima redaksi, dalam surat tertanggal 24 Agustus 2022 itu, dituliskan,”Kami (Kemenkumham) mengabulkan permohonan Saudara untuk mencabut surat Pembekuan Sementara Paten IDP 0 018 808 Nomor : HKI.KI.05.09-05 tertanggal 31 Oktober 2019 dan menyatakan tidak berlaku lagi”.

Tak hanya itu, surat yang ditandatangani oleh a.n. Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktur Paten, DTLST dan Rahasia Dagang, Drs. Yasmon, MLS ini, ditembuskan kepada Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM.

Yudhi menambahkan, sebagai institusi yang bergerak di bidang inovasi teknologi, PT Katama Suryabumi terus melakukan upaya-upaya inovasi, terutama dalam penyempurnaan KSLL. Di mana pada saat ini sudah ada paten baru sebagai pengembangan KSLL, yaitu KSLL Stabilizer.

“Dengan pengembangan teknologi konstruksi ini, pondasi Sarang Laba-Laba bisa menopang bangunan sampai 20 lantai, meskipun ini tergantung dari kondisi tanah di lokasi, ”ucap Yudhi bangga.

Selain itu, kata Yudhi, KSLL Stabilizer, sesuai dengan namanya, dapat memberikan tingkat stabilitas yang lebih baik bagi struktur bangunan di atasnya. Sebagai institusi anak bangsa yang peduli dan aktif dalam pengembangan inovasi teknologi, PT Katama juga mengembangkan teknologi ramah lingkungan Green Teknologi, yaitu Vertical Speed Drain (VSD) dan Teknologi Cerucuk BEARING yang patennya sudah terdaftar pada Direktorat Paten, KemenkumHam.

Sistem VSD ini sekilas mirip dengan konsep sumur resapan dalam, namun kenyataannya ada perbedaan yang sangat signifikan. Pada sistem sumur resapan dalam, kemampuan menyerap limpahan air (dari hujan atau luapan sungai) tidak secepat kapasitas penyerapan VSD.

Pada teknologi VSD, mampu menyerap air mencapai 1000 liter per menit. Kelebihan lain dari teknologi VSD ini antara lain mampu mengisi kekosongan air tanah, sehingga mampu memperbaiki daya dukung tanah (soil suspension), sehingga menghambat penurunan tanah.

Selain itu, kelebihan teknologi ini juga dapat menghambat laju infiltrasi air laut ke daratan, sehingga mendukung konservasi tanah. Teknologi cerucuk BEARING ini, pengganti cerucuk kayu/dolken dan bambu untuk perbaikan tanah lunak dan gambut. Teknologi ini cocok untuk perbaikan tanah dalam pembangunan Ibu Kota Negara baru (IKN).jk

Berita Terbaru

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Tetap Genjot PAD, Pemkot Malang Pastikan Tak Naikkan Pajak Kendaraan 2026

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Terkait isu kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada tahun 2026, Pemerintah…

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Baru-baru ini memasuki musim kemarau, sejumlah petani bawang merah di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memilih…

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Pemkab Probolinggo Percepat Izin Operasional PAUD, Dukung Wajib Belajar Pra Sekolah

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar satu tahun pra sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo…

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Dibangun Terpadu, Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Gabungkan SD-SMA Dalam Satu Kawasan

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan Sekolah Rakyat Jawa Timur…

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Jadi Magnet Studi Tiru, Produksi Cengkeh di Jombang Tembus 363 Ton per Tahun

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

Senin, 08 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menyikapi keberhasilan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang semakin mengukuhkan…

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Anggarkan Rp3,7 Miliar, Disperkim Fokuskan Pembenahan Ribuan Ruas Jalan Kelurahan di Magetan

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat mulai menyoroti…