Modus Jual Baju Seragam, Tipu 4 Sekolah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dwi Basuki Yuliantoro didakwa menipu empat sekolah. Dia yang mengaku sebagai karyawan perusahaan konveksi datang ke sekolah-sekolah untuk menawarkan tas dan seragam siswa dengan harga lebih murah. Namun, saat pihak sekolah membayar uang muka 50 persen, Dwi justru kabur. Saat guru-guru mendatangi alamat perusahaan konveksi yang tercatat dalam perjanjian, ternyata alamat itu fiktif.

Jaksa penuntut umum Dewi Kusumawati dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa awalnya datang ke sekolah Raudhatul Athfal (RA) Ichya'ul Ulum pada 19 April lalu. Dia bertemu guru Luluk Haniyah yang dtawarinya seragam sekolah untuk siswa sekolah tersebut. Luluk yang tertarik kemudian memesan 50 setel seragam seharga Rp 10,7 juta dan mentransfer uang muka 50 persen ke rekening terdakwa Dwi.

"Namun, setelah ditransfer, baju seragam yang dipesan tidak diberikan dan uang muka telah digunakan terdakwa untuk kebutuhan sehari-hari," kata jaksa Dewi saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin.

Novita Retno Safitri, guru Pondok Al Fitrah juga menjadi korban. Dwi yang tidak pernah tamat sekolah awalnya mendatangi pondok pesantren tersebut di Jalan Kedinding Lor untuk menawarkan tas sekolah. "Bapaknya itu (terdakwa Dwi) awalnya hanya memberi contoh tas berupa foto di Google Drive. Saya tidak mau. Dia lalu datang lagi ke sekolah dengan membawa contoh tasnya," ujar Novita saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dalam persidangan.

Novita tertarik karena Dwi menawarkan tas dengan kualitas bagus yang harganya lebih murah dari konveksi langganannya. Guru ini lantas memesan 70 pieces tas seharga Rp 50 ribu untuk siswa barunya. Namun, setelah dia membayar uang muka, Dwi tidak ada kabar lagi. Dia panik karena tidak lama lagi para siswanya sudah masuk sekolah pada tahun ajaran baru.

"Ternyata ada info dari sekolah lain yang punya kasus sama," ungkapnya.

Masruroh, guru RA Darut Tauhid Bulak Banteng juga telah memesan 100 pieces tas kepada Dwi. Dia juga sudah membayar uang muka 50 persen dari harga pesanan. Masruroh pesan ke Dwi selain harganya yang lebih murah dan kualitasnya bagus, sekolah-sekolah lain di kecamatan tersebut juga memesannya.

"Kami percaya karena ada MoU dengan perjanjian perusahaannya. Ternyata, alamat di perusahaan fiktif setelah saya cek hanya tempat konveksi saja," ucapnya.

Erna Maulida, guru RA Yatubu juga telah memesan 15 setel kaos olahraga untuk para siswanya kepada terdakwa. Dia juga sudah membayar uang muka tetapi seragam yang dipesannya juga tidak kunjung diterimanya. Begitu pula Sunarti, guru sekolah sama yang juga telah memesan 25 setel kaos olahraga kepada terdakwa. "Saya sampai ditagih wali murid bagaimana ini seragam kok tidak dibagikan," kata Erna.

Jaksa Dewi mendakwa Dwi telah menipu guru-guru di empat sekolah tersebut. Terdakwa Dwi yang tidak didampingi pengacara membenarkan dakwaan jaksa dan keterangan para saksi. "Uang itu sudah habis, Yang Mulia," kata Dwi dalam sidang secara video call. bd

Berita Terbaru

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

SURABAYA PAGI, ​Sidoarjo — Sengketa hukum terkait dugaan perampasan aset (asset grabbing) properti Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 3179 di Desa Sidokare, Sido…

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…