Dinas PUPR Kediri Didemo Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Kediri Bergerak (AKG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri, Selasa (4/10/2022). Mereka menuntut kejelasan alih fungsi lahan hijau pertanian ke perumahan.

Dalam aksi massa juga membawa poster bertuliskan “Berantas pungli pejabat Kabupaten Kediri terkait alih fungsi lahan hijau pertanian ke perumahan”.

Dalam orasinya, massa menilai jika pejabat Dinas PUPR Kabupaten Kediri sudah melakukan penyalahgunaan kewenangan, sehingga terjadi alih fungsi lahan hijau menjadi bangunan.

“Pejabat dinas PUPR kami duga kuat sudah melakukan penyalahgunaan kewenangan jabatan,” teriak salah satu orator aksi.

Kesal karena tidak kunjung ditemui pejabat dinas PUPR, massa kemudian membakar ban bekas di depan kantor. Massa juga meminta data-data wilayah mana saja yang awalnya lahan hijau, namun saat ini sudah beralih fungsi menjadi bangunan.

Massa kemudian ditemui oleh Kabid PUPR, Erwin. Di depan massa, Erwin menyatakan jika yang pegang data adalah Kepala Dinas atau Dinas Perumahan Dan Permukiman Rakyat (Perkim), dan ia tidak mengetahui data tersebut.

“Kami tidak mengetahui data yang panjenengan minta, coba kalau data itu panjenengan minta kepada Kepala Dinas atau pada Dinas Perkim,” Kata Erwin, Kabid PUPR Kabupaten Kediri.

Mendapatkan jawaban tersebut, justru salah satu orator menyatakan jika Kabid PUPR goblok dan bodoh. “Kamu itu goblok atau pura-pura bodoh.  Masak data gitu aja tidak tahu,  malah kita disuruh ke dinas perkim,” Bentak Saiful, salah atau pendemo.

Koordinator aksi Revi Pandega mengatakan, aksi ini untuk menuntut alih fungsi lahan hijau menjadi perumahan. Karena di Kabupaten Kediri ada beberapa titik yang sudah beralih fungsi.

“Di Kabupaten Kediri ada beberapa titik yang awalnya lahan hijau, namun kini sudah menjadi perumahanan. Salah satunya bangunan hotel di SLG, perumahan di Kwadungan, perumahan di Nambakan, ” Jelas Revi Pandega, korlap aksi.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri. Namun mereka juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi, karena belum mendapatkan penjelasan terkait alih fungsi lahan hijau pertanian ke perumahan.

Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…