Korban Tembakan Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Berpotensi Alami Kebutaan Permanen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban mengalami mata merah akibat tembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.
Korban mengalami mata merah akibat tembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Sejumlah korban insiden di Stadion Kanjuruhan pada beberapa waktu lalu terancam mengalami kebutaan permanen akibat efek dari gas air mata. Fakta tersebut baru terungkap dari hasil pemeriksaan medis korban setelah salah satu korban dengan kondisi mata merah mengadukan ke posko tim gabungan Aremania (TGA) di Jalan Kawi, Malang.

Pendamping hukum tim gabungan Aremania Anjar Nawan Yusky mengatakan ada sebanyak 300 korban yang melapor ke Posko Aremania di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang hingga saat ini.

Anjar menjelaskan hasil rekam medis salah satu korban dengan kondisi mata merah itu, rumah sakit mendiagnosa karena luka terinjak – injak. Padahal dari pengakuan korban yang bersangkutan ke posko, tak ada yang terinjak – injak di area wajah apalagi mata.

“Dari situlah muncul kecurigaan kami, bagaimana bisa wajah tidak bisa terinjak, tapi matanya merah, untuk itu kami melakukan pendampingan melakukan pemeriksaan pembanding, sebagai second oponion ke dokter spesialis,” kata Anjar, Minggu (16/10/2022).

Lebih lanjut, Anjar menambahkan, dokter menemukan adanya kandungan paparan zat dari luar yang menyebabkan pecah pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena kornea mengalami iritasi dari dugaan gas air mata yang masuk ke mata.

"Pernyataan dokter dan bukti medisnya, bahwa korban mengalami pecah pembuluh darah pada bagian mata,” ujarnya.

 Jika kondisi kornea mata semakin memburuk maka mereka terancam mengalami kebutaan.

“Jika berdampak parah di bagian korneanya bisa mengakibatkan cacat permanen alias buta. Untuk mengetahui lebih dalam harus diperiksa kornea mata secara intensif,” katanya.

Menurut Anjar, penting untuk mencari penyebab pasti luka yang dialami agar peristiwa ini lebih menemukan titik terang juga. Pasalny,a Aremania menilai minimnya informasi mengenai rekam medis penyakit yang dialami para korban.

“Ini yang harus menjadi fokus kita bersama, itu yang belum muncul dalam rekomendasi dan kesimpulan yang disampaikan tim gabungan independen mencari fakta. Sehingga menjadi catatan besar buat kami,” pungkasnya. mlg

Berita Terbaru

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah menyiapkan sejumlah opsi dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak keluarga…

Akses Warga Terputus Buntut Karhutla Gunung Butak Belum Padam Sepekan

Akses Warga Terputus Buntut Karhutla Gunung Butak Belum Padam Sepekan

Rabu, 07 Okt 2026 11:39 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di hutan pinus di Gunung Butak, Kabupaten Ngawi, kini mulai dalam kondisi…

Perkuat Akses Pendidikan, Pemkab Trenggalek Siap Manfaatkan Rumah Inspirasi

Perkuat Akses Pendidikan, Pemkab Trenggalek Siap Manfaatkan Rumah Inspirasi

Rabu, 07 Okt 2026 11:34 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka memperkuat akses pendidikan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bakal memanfaatkan Rumah Inspirasi…

Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan

Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan

Rabu, 07 Okt 2026 11:28 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai persiapan mengejar penghargaan tertinggi Kabupaten/Kota Sehat, Swasti Saba Wistara pada 2027, Pemerintah Kabupaten…

Minim Air, Petani Pacitan Terapkan Sistem Tumpangsari Palawija dan Tembakau

Minim Air, Petani Pacitan Terapkan Sistem Tumpangsari Palawija dan Tembakau

Rabu, 07 Okt 2026 11:17 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Melihat fenomena ketersediaan air minim di lahan sebagai dampak kekeringan, sejumlah petani di Kabupaten Pacitan, menyesuaikan pola…

Pastikan Akurasi Penyaluran Bansos, Pemkot Kediri Ajak Warga Daftar Perlinsos Mandiri

Pastikan Akurasi Penyaluran Bansos, Pemkot Kediri Ajak Warga Daftar Perlinsos Mandiri

Rabu, 07 Okt 2026 11:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Guna meningkatkan akurasi data sosial ekonomi dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, Pemerintah Kota…