Dokter: Kompres Air Hangat saat Anak Demam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis anak Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dr Ernie Setyawati, Sp.A(K), MKes menyarankan orang tua mengompres air hangat jika anak demam. Tindakan tersebut sebagai alternatif dari mengonsumsi obat sirop.

"Memang sebaiknya kita coba dulu menurunkan panas secara fisik dengan cara kompres," kata Ernie, Jumat (21/10).

Ia menjelaskan bahwa kompres untuk menurunkan demam sebaiknya dilakukan di bagian-bagian tubuh yang dilewati oleh pembuluh darah besar seperti leher, ketiak dan selangkangan, agar kompres dapat bekerja optimal. Selain itu, lanjut dia, anak yang sedang demam sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang tebal atau bahkan selimut.

"Jangan diselimutin, karena untuk penguapan panas. Pakai bajunya juga yang tipis," ujar Ernie.

Namun, ia mengatakan jika anak memiliki riwayat kejang-kejang karena demam maka sebaiknya orang tua membawanya berobat ke dokter agar dia bisa mendapatkan penanganan yang tepat. "Kejang demam ini kan sebaiknya dia dikasih penurun panas ya, jadi mungkin bisa konsultasi sama dokter dan minta dibuatkan puyer sesuai berat badannya untuk sementara itu," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan menginstruksikan penjualan obat sirop dihentikan untuk sementara selama penyelidikan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak. Pasalnya, beberapa obat sirop yang beredar mengandung etilen glikol (EG) yang melampaui batas aman, yang diduga merupakan senyawa penyebab gagal ginjal.

Ernie menjelaskan, metabolik dari etilen glikol sebenarnya dapat menjadi oksalat acid. Saat oksalat acid bertemu kalsium maka akan membentuk kalsium oksalat yang jika jumlahnya terlalu banyak akan mengendap dan merusak ginjal.

Meski demikian, kata dia, kaitan antara kasus gagal ginjal misterius yang menyerang anak dengan konsumsi obat sirup hingga saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. "Belum ada pernyataan resmi apakah itu menyebabkan gangguan ginjal akut progresif misterius ini. Tapi sementara ini arahnya ke situ sebagai tertuduhnya. Jadi masih dalam penyelidikan," katanya.

"Jadi masyarakat, untuk sementara waktu, kalau memang mau membeli obat harus sesuai rekomendasi dulu dari tenaga kesehatan sampai mendapatkan hasil investigasi menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan," pungkasnya.hlt/kpr

Berita Terbaru

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta serta Direktorat Jenderal Pajak Kantor…