Kementerian Agama Kab Sumenep, Menggelar Kegiatan Maulid Nabi dan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI Ke 77

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 24 Okt 2022 16:17 WIB

Kementerian Agama Kab Sumenep, Menggelar Kegiatan Maulid Nabi dan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI Ke 77

i

Foto bersama, Kepala Kementerian Agama Kab. Sumenep, H. Chaironi Hidayat, S.Ag, MM bersama KH. Malik Sanusi, S.Ag, usai menggelar acara kegiatan. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala Kantor Kementerian agama Kab. Sumenep, menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad, SAW. dan memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke- 77 tahun 2023.

Kegiatan tersebut, mendatangkan penceramah, KH. Malik Sanusi, S. Ag. dari  kota Bondowoso Jawa Timur, "Menghadirkan Rasulullah di tengah-tengah kita, dengan cara memperbanyak membaca shalawat dan berharap syafaat, adalah kunci menuju ketenangan batin," ungkapnya

Baca Juga: Aktivis Praja Sumenep Demo Soroti Peredaran Minol

Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Kementerian agama Kab. Sumenep, Jln. Agus Salim No. 286 Desa Pamolokan Kec. Kota Kab. Sumenep, pada hari Senin 24 0ktober 2022

Hadir dalam kesempatan tersebut, semua instansi atau perwakilan dari berbagai lembaga yang menjadi binaan Kantor Kementerian Agama Wilayah Kab. Sumenep.

Kepala Kementerian Agama Kab. Sumenep, H. Chaironi Hidayat S. Ag, MM mengaku senang karena telah menyelenggarakan program kegiatan Maulid Nabi dan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-77 tahun 2023.

"Alhamdulillah, kita telah menyelenggarakan hari Maulid Nabi, dan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI Ke 77 Tahun 2023," ungkapnya.

Dikatakan, Kepala Kemenag Sumenep, bahwa dalam memperingati Hari amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-77, kegiatannya memang sengaja digelar di awal sebelum memasuki bulan Januari 2023.

Baca Juga: Bupati Sumenep Himbau Agar Produk Lokal Dipertahankan

"Pada Bulan Januari 2023, nanti menggelar hari Ultahnya, jadi kita memperingati Hari Amal Bhakti itu sebelumnya, namun tujuannya sama untuk kepentingan Syi'ar Islam," Jelasnya.

“Selain kegiatan tersebut, beberapa hari sebelumnya, kita telah memperingati Hari Santri Nasional terhitung dari tanggal 20 sampai dengan 22 Oktober, pada kegiatan tersebut kita menggelar Upacara memperingati Hari Santri Nasional,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, untuk kegiatan lainnya, Kementerian Agama kab. Sumenep, bekerjasama dengan pengurus  Nahdlatul Ulama (NU) Kab. Sumenep, mendatangi beberapa pondok pesantren yang ada di Kab. Sumenep.

"Tidak hanya karena Hari Santri, saya bekerjasama dengan pengurus Nahdlatul  Ulama (NU) kab. Sumenep, untuk masuk ke pesantren-pesantren yang ada di Kab. Sumenep," jelasnya.

Baca Juga: DPR-RI Mereaksi Debat Gus Miftah dan Kemenag, Soal Pengeras Suara di Masjid

Tujuannya untuk memastikan bahwa di pesantren itu tidak ada ajaran radikalisme, yang saat santer diberitakan, makanya dilakukan survey untuk memastikan bahwa tidak adanya ajaran radikalisme masuk di pesantren.

"Kita dari pihak Kemenag Kab. Sumenep, selalu melakukan penyuluhan dan monitoring ke sejumlah pesantren untuk memastikan bahwa tak ada ajaran radikalisme masuk di pesantren,  jadi itu yang kita tata bersama saat ini," pungkasnya.

Sebab, apabila ajaran radikalisme masuk ke pesantren maka tak menutup kemungkinan akan terjadi pemahaman yang salah di mata masyarakat luas. AR

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU