Survey Terus Merosot, PPP Jatim Terancam tak Dapat Kursi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Surokim Abdussalam
Surokim Abdussalam

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Senyapnya gerakan pengurus dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang 2024 mulai disorot. Pasalnya, partai berlambang Ka'bah ini merosot pada posisi paling buncit yakni elektabilitas hanya 1,7 persen dari hasil survei Litbang Kompas.
 
Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam berpendapat, kian ketatnya kompetisi di antara partai politik, terutama yang memiliki ceruk suara mirip, partai yang ingin merebut suara pemilih mesti mampu mengoptimalkan mesin partai. Sebagai partai berasaskan Islam, seiring berjalannya waktu, Islam tidak hanya direpresentasikan dengan PPP saja. "Tetapi muncul beberapa partai lain, seperti PKB, PAN dan PKS. "PPP Harus menguatkan soliditasnya internalnya dan juga positioningnya agar mudah diingat pemilih sebagai partai ideologis," jelas Surokim, Kamis (27/10/2022). 
 
Menurutnya, Basis pemilih ideologis ini harus diperkuat. "Karena pada hakikatnya kekuatan PPP sebenarnya ada disitu jika ingin kompetitif," jelasnya.
 
Surokim menegaskan bahwa PPP terlalu tergesa-gesa untuk ekspansif. "Lebih baik memaintenance suara basisnya dengan penguatan soliditas internalnya. Jika soliditas ini sudah kuat baru bisa ekspansif," terang Surokim.
 
Namun, lanjut dia, hal itu harus hati-hati lantaran sering strategi ekspansif tapi justru modalnya malah tergerus. Disamping itu, tambah Surokim, PPP harus kembali menguatkan voters grassrootnya dan menjaga agar tidak lari ke partai lain. 
 
"Dalam konteks politik selalu ada faktor makro, meso, dan mikro dan itu selalu menjadi faktor gabungan. Agar modal suara itu tidak hilang maka penguatan basis suara ideologis menjadi wajib," bebernya.
 
Menurut Surokim, saat ini yang dibutuhkan PPP adalah fokus pada penguatan soliditasnya dengan menambah penguatan citra udara yang baik. 
 
"Menurut saya, sepanjang PPP masih konsisten membersamai, melayani, melindungi dan mensejahterahkan basis konstituennya saya pikir PPP masih mungkin bisa bertahan. Asal upaya itu sungguh-sungguh, fokus dan disertai ikhtiar ekstra semua elemen," sarannya.
 
Dari kacamata Surokim, Langkah PPP yang mencolok sebenarnya adalah terlalu ekapansif sehingga suara tergerus dari partai lain. "Hal itu yang membuat PPP harus benar-benar usaha ekstra kembali mendekati konstituennya. Jangan kelewat ekspansif," pungkasnya. 
 
Hasil survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan elektabilitas PDIP, Gerindra, dan Demokrat di posisi tiga teratas. Berdasarkan survei yang digelar pada 24 September-7 Oktober 2022, elektabilitas PDIP berada di puncak dengan angka 21,1 persen.
 
Kemudian, Gerindra dengan elektabilitas 16,2 persen, Demokrat dengan elektabilitas 14 persen, dan Partai Golkar dengan elektabilitas 7,9 persen. Keempat partai ini masuk dalam kategori partai papan atas.
 
Selanjutnya, di kategori papan menengah dan bawah, ada PKS dengan elektabilitas 6,3 persen, PKB dengan elektabilitas 5,6 persen, Perindo dengan elektabilitas 4,5 persen, dan NasDem dengan elektabilitas 4,3 persen. Ada pula PAN dengan elektabilitas 3,1 persen dan PPP dengan elektabilitas 1,7 persen. rko

Berita Terbaru

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit …

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …