Anda Belum Terkena Covid, Hati-hati Serangan Varian XBB

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan.
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan.

i

SURABAYAPAGI, Jakarta - Ada penelitian terbaru dari PB IDI. Orang- orang yang belum pernah terpapar Covid-19 lebih berisiko tertular varian XBB.

Hal ini diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan yang menyebut saat ini jumlah penambahan kasus konfirmasi dan kematian warga akibat terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami tren peningkatan dalam sepekan terakhir.

Dan kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 terhitung 43,53 persen lebih tinggi dibandingkan temuan kasus sepekan sebelumnya. Sementara kasus kematian atau meningkat sebanyak 44,61 persen.

Rinciannya, selama periode 26 Oktober hingga 1 November, jumlah kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 dalam sepekan berjumlah 22.114 kasus.

Tren peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 itu juga dibarengi dengan tren kenaikan kasus kematian warga akibat Covid-19. Selama periode 19-25 Oktober, kasus kematian Covid-19 berjumlah 130 kasus, dan sepekan setelahnya bertambah menjadi 188 kasus kematian.

Berdasarkan data tersebut terlihat laporan kasus kematian Covid-19 konsisten di atas 20 kasus sehari selama tujuh hari berturut-turut atau selama periode 24-30 Oktober.

Disusul pada 31 Oktober kasus kematian bertambah 34 kasus dalam sehari, dan pada 1 November bertambah 32 kasus.

Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak dalam dua hari terkahir. Pada laporan Rabu (2/11/2022) jumlah kasus yang dilaporkan hampir 5.000 kasus, tepatnya 4.873 kasus positif baru.

Jumlah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia dalam dua hari terakhir mencapai hampir dua kali lipat hari-hari sebelumnya.

Pada 1 November 2022, Indonesia mencatatkan 4.707 kasus Covid dan kembali naik menjadi 4.873 kasus pada 2 November 2022.

 

Menkes Wanti-wanti

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah mewanti-wanti potensi kenaikan kasus virus corona pada Februari 2023.

Budi mengatakan potensi itu tetap perlu diwaspadai mengingat varian baru mulai menyebabkan kenaikan kasus di sejumlah negara, salah satunya Omicron XBB di Singapura.

Indonesia pun baru-baru ini melaporkan temuan empat kasus varian XBB. Rinciannya, tiga kasus ditemukan di DKI Jakarta dan satu kasus di Surabaya.

 

Merujuk Temuan di Singapura

Erlina Burhan, merujuk temuan di Singapura. Dia menyebut pasien Covid-19 varian XBB di Singapura kebanyakan belum pernah menderita Covid-19.

"Di Singapura, infeksi Covid-19 ini didominasi pasien yang belum pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya atau disebut covid naive. Orang yang tidak pernah Covid, hati-hati risiko menderita Covid XBB ini lebih tinggi," kata Erlina pada jumpa pers daring, Kamis (3/11).

Ia menambahkan, pasien Covid-19 varian XBB di sejumlah negara berada di usia muda. Namun, pasien yang masuk rumah sakit didominasi lansia.

Oleh karena itu, sambung Erlina, pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal itu merujuk lonjakan kasus Covid-19 di Singapura setelah kemunculan varian ini.

 

Percepat Booster

"Di Singapura, dominasi kasus XBB. Padahal sebelumnya hanya 22 persen. Cepat sekali penularan sampai sekarang 54 persen," ujarnya.

Erlina juga menyarankan pemerintah menggenjot vaksinasi dosis ketiga. Dia menyebut vaksinasi booster di Indonesia belum mencapai angka 30 persen dari target.

"Penelitian menyatakan dosis vaksin booster akan meningkatkan kemampuan antibodi menetralisir subturunan Omicron ini. PB IDI menganjurkan booster harus dipercepat," ucapnya. jk/cr6/rmc

Berita Terbaru

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 13 ribu ekor anak ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun gosong akibat…

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momen kemarau panjang di Kabupaten Magetan justru menjadikan fenomena unik. Salah satunya debit air menyusut di aliran Sungai…

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Di tengah kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU yang kini viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember masih mengkaji kemungkinan…

Pemkab Magetan Gelar Turnamen Catur Abhipraya 2026, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Pemkab Magetan Gelar Turnamen Catur Abhipraya 2026, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Minggu, 18 Okt 2026 13:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menggelar bhipraya Open Chess…

Heboh! Monyet Besar Bebas Berkeliaran di Pemukiman Jalan Cimanuk Kota Malang

Heboh! Monyet Besar Bebas Berkeliaran di Pemukiman Jalan Cimanuk Kota Malang

Minggu, 18 Okt 2026 13:36 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Warga di kawasan Jalan Cimanuk, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dibuat geger usai adanya kemunculans seekor…

Pemkab Lumajang Usulkan Normalisasi Kali Asem, Kurangi Risiko Lahar Semeru

Pemkab Lumajang Usulkan Normalisasi Kali Asem, Kurangi Risiko Lahar Semeru

Minggu, 18 Okt 2026 13:25 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai bagian dari upaya penanganan aliran sungai dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Lumajang yang memiliki potensi…