Gandeng Bank Jatim, Indah Kurnia Ajak Warga Surabaya Meriahkan Festival Indahnya Masa Jadul

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka melestarikan warisan budaya bangsa, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menggandeng Bank Jatim menggelar sebuah festival bertajuk "Indahnya Masa Jadul" di Alun-alun Kota Surabaya Kompleks Balai Pemuda, Minggu (6/11/2022).

Acara ini menghadirkan beragam hiburan dari sejumlah daerah di Indonesia. Ada Tarian Tor Tor (Batak), Tari Lenso, Tari Banyuwangi, Kolintang, Ngidung Parikan, dan bermacam mainan tempo dulu.

Antusiasme pengunjung sangat tinggi. Mereka datang memenuhi halaman Alun-alun Kota Surabaya dan bergabung dengan keseruan permainan klompen raksasa kolosal, engkle, bekel, gobak sodor dan permainan dakon.

Selain itu, aneka stand kuliner berjajar di sepanjang arena pertunjukan. Pelaku UMKM menawarkan hidangan khas dari provinsi-provinsi di Tanah Air. Semanggi Surabaya, Masakan Manado, Kuliner Batak, Lontong Kupang dan lain sebagainya.

*Tanding Ngidung Parikan*

Keseruan lain dalam acara ini adalah kompetisi parikan atau pantun dalam logat Suroboyoan.

*Tuku roti nang Pasar Turi Nang Keputran tuku kwaci Nek NKRI itu harga mati Kidung parikan iku kudu lestari*

Demikian kidung parikan ciptaan Indah Kurnia membuka babak final lomba ngidung parikan.

Indah Kurnia mengatakan, lomba ini total mengumpulkan 85 pendaftar. Sepuluh di antaranya lolos ke babak final untuk tampil langsung di hadapan para juri. Atraktif, komunikatif dan sangat menghibur. Indah bahkan mengaku kagum. Karena rerata mereka adalah generasi muda yang memiliki kepedulian untuk melestarikan budaya parikan.

Pada lomba ini peserta dibagi dalam dua kategori. Yaitu pelajar dan umum. Mereka berasal dari berbagai daerah. Mulai Trenggalek, Blitar, Ponorogo, Malang dan Surabaya sendiri.

Pada momen tersebut, Seniman Ludruk Tobong Agus Kuprit memberikan apresiasi. Ia juga didapuk menjadi juri.

Agus mengaku senang. Telah lama ia merindukan suasana kehidupan berkesenian di Kota Surabaya seperti dahulu. Festival Indahnya Masa Jadul seolah oase bagi para seniman tradisional.

"Teman-teman seniman ingin melestarikan seni Kidungan Jula Juli Parikan yang seperti ini," ujar Cak Agus Kuprit.

Kidungan selama ini yang ia kenal adalah kidungan bercerita. Bukan parikan seperti yang diinisiasi oleh Indah Kurnia.

"Ini ide dari Ning Indah Kurnia. Jadi selama saya itu muda dulu dua kali berturut-turut juara lomba yang diadakan oleh Majalah Sarina. Terus saya ada kepercayaan jadi juri. Selama itu nggak ada kidungan Jula Juli parikan kayak ini," ungkap Agus yang mengaku memberikan acungan jempol kepada Indah Kurnia.

"Baru pertama ini ide dari Ning Indah, wah aku ini seniman tapi kecolongan nggak punya ide kayak gitu," ucap Cak Kuprit berkelakar.

Inovasi baru dalam kidungan Jula Juli Parikan ini diharapkan menjadi pengenalan kepada generasi muda Surabaya.

"Supaya ciri khas Arek Suroboyo nggak hilang," ungkap Cak Agus.

*Apresiasi Seniman Tradisional*

Indah Kurnia berharap festival ini menjadi wadah bagi para seniman tradisional. Ia bercerita, bahwa dahulu mereka kerap tampil dan berkumpul di Taman Hiburan Rakyat (THR). Namun kini tempat itu telah tutup. Sehingga seniman tradisional kehilangan tempat aktualisasi bagi karya-karya mereka. Terutama bagi seniman tradisional seperti ludruk dan kidungan.

"Ini pekerjaan rumah kita bersama agar tontonan saya di masa kecil kembali lagi," kata Indah yang mengaku sangat merindukan pementasan seni tradisional di THR.

Oleh karena itu, ia memiliki tekad kuat mengembalikan kejayaan seni tradisional di tengah masyarakat urban yang serba digital.

"Saya ingin menyeimbangkan dan nguri-nguri budaya, jadi saya siapkan ajangnya bersama Bank Jatim dan sangat responsif," ujar Indah.

Apalagi, lanjutnya, Surabaya sebagai hub merupakan kota plural dengan beragam etnis dan budaya. Kehidupan aman, damai, tenteram dan solidaritas sangat terasa. Indah ingin festival tersebut dapat menjahit silaturahmi dengan cara menyenangkan.

"Dengan ajang seperti ini mereka senang sekali, karena kita tampilkan bukan hanya tarian dan nyanyiannya. Tapi termasuk juga makanan," imbuhnya.

Indah Kurnia merasakan kebahagiaan saat melihat tingginya minat peserta dan pengunjung untuk menikmati festival yang ia rancang.

Karena lewat ajang ini, para generasi muda bisa saling bersosialisasi dan berkomunikasi dalam sebuah wadah seni budaya tradisional.

"Ini nanti Insya Allah akan kita buat sebagai annual event bersama dengan Bank Jatim dan titlenya saya kasih Indahnya Masa Jadul," ungkapnya lebih lanjut.

Lewat seni budaya tradisional, Indah mengungkapkan banyak memetik nilai kehidupan. Kehidupan seniman rata-rata sangat sederhana dan ingin memberikan hiburan bagi masyarakat lewat karya pertunjukan.

"Sehingga ini juga cara saya mengapresiasi seniman tradisional," tandasnya.

Ia berharap program ini akan berlanjut hingga tahun-tahun mendatang karena melihat respon positif dari masyarakat.

Senada, Direktur TI dan Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo menyatakan bahwa Bank Jatim siap memberikan dukungan untuk agenda ini ke depan.

"Ini adalah cara kita melestarikan budaya. Kita all out semua pasti kita dukung," kata Tonny saat menghadiri festival Indahnya Masa Jadul yang diinisiasi oleh Indah Kurnia tersebut. By

Tag :

Berita Terbaru

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ketersediaan obat di RI masih aman untuk enam bulan ke depan d…

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menindak lanjuti aduan jukir yang merasa resah atas narasi negatif dan dugaan intimidasi di lapangan. Komisi A DPRD Surabaya h…

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ke…

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Kediri – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menerima kunjungan edukasi dari MI Alam Succes School Center K…

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan inovasi pelayanan…