Peringati Hari Pahlawan, Penjual Baju Ala Pejuang Kebanjiran Pembeli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pedagang baju pahlawan di kawasan pasar Wonokromo Surabaya.
Pedagang baju pahlawan di kawasan pasar Wonokromo Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Semakin dekat dengan hari pahlawan, para pedagang baju pahlawan atau ala pejuang akan mendapatkan berkah atau penjualan menaik drastis. Para pedagang baju pahlawan merasakan imbas yang luar biasa, sebelum hari pahlawan tiba bulan lalu proses penjualan mereka menurun atau sepi pembeli.

Sutris, seorang pemilik kios asli Blitar yang merantau ke Surabaya ini memiliki kios di daerah Manukan, Surabaya Barat. Sutris merasakan kenaikan yang luar biasa atau omzetnya meningkat drastis di bulan November tepatnya bulan peringatan hari pahlawan.

“Beberapa bulan kemarin sepi pembeli, tetapi akhir bulan oktober pembeli mulai berdatangan, ramai membeli baju pahlawan khususnya baju doreng dan celana tentara” ujar Sutris pedagang baju pahlawan.

Menurut beliau, pembeli rata-rata anak SD sampai dengan SMA dan tidak luput karyawan kantor yang memang di instansinya menyelenggarakan hari pahlawan.

Pada saat pandemi, Sutris mengaku mengalami penerunan drastis dan sempat pulang ke Blitar untuk menutup tokonya beberapa bulan. Setelah pandemi cukup dirasa mereda, Sutris kembali ke Surabaya untuk membuka kiosnya lagi dan kembali berjualan seperti biasanya. Dan bulan yang di tunggu-tunggu adalah bulan November yang membawa berkah dan omzet menaik drastis tepatnya di bulan peringatan Hari Pahlawan.

Hal senada juga terlihat di kawasan Pasar Wonokromo Surabaya. Deretan toko penjual baju atribut ala pejuang  terlihat diserbu warga Surabaya yang antusias mencari baju ala pejuang, pada Rabu (09/11/2022) malam.

Seorang pemilik toko Rowi di Jl. Wonokromo 47, David mengatakan, para pembeli sudah berdatangan sejak menjelang siang, ketika tokonya baru buka.

“Ramai sejak toko buka, sampai malam banyak pembeli yang datang,” ujarnya sambil sibuk melayani pembeli.

David menuturkan, ramainya pembeli dirasakan sejak hari minggu.

“Biasanya memang ramai menjelang Hari Pahlawan. Nanti biasanya normal lagi pas tanggal 10 November,” imbuhnya.

Menurut David, puncak banyaknya pembeli baju atribut terjadi di atas tanggal 8 November. Ia menjelaskan bahwa dalam satu hari penjualan baju atribut bisa tembus kurang lebih 500 pieces dalam satu stel baju tersebut.

David menyebut baju yang dicari pembeli berbagai ukuran. Ada yang mencari ukuran dewasa atau untuk anak-anak.

“Mereka kebanyakan mencari motif doreng tentara. Kalau soal omzet melebihi hari normal. Bisa berlipat-lipat dibandingkan hari normal,” tandasnya.

Seorang pembeli yang bernama Ida mengatakan bahwa ia sedang mencari baju ala pahlawan untuk anaknya.

“Buat upacara Hari Pahlawan di sekolah nanti,” terangnya.

Menurutnya dulu ketika PPKM di masa pandemi tidak ada upacara karena sekolah menerapkan belajar daring.

“Kalau sekarang kan sudah sekolah lagi mas. Jadi seru juga nanti upacara pakai baju ala pejuang,” ujarnya.

Sementara itu, dinyatakan terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya yang membidangi keuangan dan perekonomian Anas Karno mengatakan, ramainya transaksi jual beli baju ala pejuang menunjukkan daya beli masyarakat terus membaik.

“Dengan daya beli yang kian membaik ini tentunya akan menggerakkan roda ekonomi di Surabaya. Dan berdampak besar pada tumbuhnya UKM dan UMKM” jelasnya.

Anas berharap Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan moment-momen hari peringatan untuk mendongkrak pemberdayaan UKM dan UMKM.

“Seperti di moment peringatan Hari Pahlawan. Karena gebyarnya peringatan oleh Pemkot, membuat warga Surabaya ikut antusias memperingati, dengan mengenakan baju ala pejuang. Dampaknya penjual baju ala pejuang ramai pembeli,” pungkasnya. dri/ari

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…