SURABAYAPAGI, Surabaya - Masyarakat jangan sampai terpengaruh dan terjebak dalam politik adu domba. Apalagi, saat ini sudah memasuki tahun politik menjelang pilpres 2024.
Di tahun politik akan ada kontestasi, kubu-kubuan. Pesan saya, hindari yang namanya politik adu domba. Karena kalau kita sampai masuk di dalamnya semua akan ribet, dan negara menjadi tidak stabil.
Indonesia membutuhkan stabilitas di segala bidang baik politik, ekonomi, sosial, maupun keamanan. Situasi tersebut, harus bisa diciptakan demi meningkatkan investasi.
Pemerintah telah bekerja keras untuk menaikkan nilai investasi baik dari dalam maupun luar negeri agar pembangunan merata dan bisa membuka lapangan kerja. Saat ini, angkatan kerja baru per tahun mencapai 2,5 juta orang.
Selain menjaga kondisi negara tetap stabil, pemerintah melakukan harmonisasi 78 Undang-Undang melalui pendekatan omnibus law untuk memberikan kepastian regulasi dan kemudahan berusaha. Pemerintah juga terus membangun infrastruktur baik di darat, laut, dan udara agar terjadi efisiensi biaya logistik.
Biaya logistik supply chain kita 25 persen lebih tinggi dibandingkan negara di Asean.
Saya harap seluruh masyarakat bergandeng tangan dan bahu-membahu membantu pemerintah dalam meningkatkan investasi di Indonesia. Bapak-ibu jamaah bisa tetap menjaga stabilitas negara kita. Jangan gontok-gontokan. Kita harus solid. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi tantangan global yang tidak mudah.
(Lewat keterangannya saat orasi kebangsaan pada acara Tabligh Akbar Majelis Kyai dan Santri Pembangunan Cirebon di Panggung Budaya Gua Sunyaragi, Rabu (09 November 2022), dikutip dari siaran pers KSP pada Kamis (10 November 2022).
Editor : Mariana Setiawati