Ingin Liga 1 Kembali Dilanjutkan, Javier Roca Tak Permasalahkan Format Pertandingan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelatih Arema FC Javier Roca. Foto:LIB.
Pelatih Arema FC Javier Roca. Foto:LIB.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Vakumnya kompetisi Liga 1 selama satu bulan terakhir usai tragedi Kanjuruhan, mulai membuat resah banyak pihak.

Sebagai salah satu pelaku dalam dunia sepak bola, Pelatih Arema FC Javier Roca hanya bisa menyampaikan harapannya. Pasalnya, semua keputusam terkait lanjutan Liga 1 nanti, berada di tangan pemerintah, PSSI maupun Liga Indonesia Baru.

"Semua keputusan (terkait Kompetisi Liga 1 berlanjut atau tidak, bukan ada di tangan kita. Karena ada pihak lain yang menentukan," kata Javier Roca dalam peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Rabu (9/11) malam.

Saat disinggung mengenai munculnya opsi memberlakukan sistem bubble pada lanjutan Liga 1, Javier Roca mengatakan bahwa dirinya satu pendapat dengan klubnya. Sistem itu nantinya akan menerapkan semua pertandingan terpusat dan tidak dihadiri penonton.

 "Saya satu suara dengan manajemen. Bahwa cukup kami saja yang mengalami (sanksi tanpa penonton)," ujarnya.

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan membuat Arema FC dijerat sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI. Tim Singo Edan harus menggelar jadwal kandang dengan jarak 250 kilometer diluar Malang, plus tanpa dihadiri penonton dan denda Rp250 juta.

Tak hanya itu, Arema FC juga mesti menjalani 11 jadwal kandang sisa musim ini dengan memilih stadion berjarak 250 kilometer di luar home base mereka, Malang.

Jika sistem bubble diterapkan, banyak klub yang akan merasa dirugikan. Semua potensi pemasukan saat menggelar laga kandang otomatis tereduksi. Pasalnya, sistem itu mengharuskan semua jadwal Liga 1 akan digelar di tempat netral dan tanpa penonton sebagaimana ketika masa pandemi musim lalu.

"Tapi kembali lagi, saya tidak mau berkomentar (lebih banyak) karena itu orang lain yang harus (memutuskan)," tuturnya.

Namun, menurut Javier Roca,  yang paling penting bagi seluruh pelaku sepak bola saat ini adalah bagaimana caranya kompetisi terus berjalan, terlepas apapun format maupun sistemnya saat berlanjut nanti.

"Kita akan sangat berterima kasih kepada pihak yang ingin kompetisi bisa berlanjut kembali," pungkasnya. mlg

Berita Terbaru

Aston Villa juara Liga Europa 2025/26, Unai Emery raih trofi kelima

Aston Villa juara Liga Europa 2025/26, Unai Emery raih trofi kelima

Kamis, 21 Mei 2026 04:50 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 04:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM :  Klub Liga Inggris Aston Villa keluar sebagai juara Liga Europa 2025/26 setelah menaklukkan wakil Jerman, Freiburg dengan skor telak 3-0 …

Prabowo, Jadikan Danantara Eksportir Tunggal

Prabowo, Jadikan Danantara Eksportir Tunggal

Kamis, 21 Mei 2026 00:15 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Nanti seluruh penjualan ekspor komoditas sawit dan batubara wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai eksportir…

Prabowo, Tahu Pejabat Punya Bunker Simpan Harta

Prabowo, Tahu Pejabat Punya Bunker Simpan Harta

Kamis, 21 Mei 2026 00:10 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto mengaku akan mengejar harta para pejabat-pejabat korup yang disembunyikan hingga ke bunker-bunker.Prabowo…

Manajemen MBG Sedang Didandani

Manajemen MBG Sedang Didandani

Kamis, 21 Mei 2026 00:05 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:05 WIB

SURABAYAPAGI..COM : Presiden Prabowo Subianto disebut sedang memperbaiki manajemen Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya penggunaan anggaran. Upaya tersebut…

Menkeu Ungkap Modus Pengusaha Ekspor Nakal

Menkeu Ungkap Modus Pengusaha Ekspor Nakal

Kamis, 21 Mei 2026 00:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap potensi keuntungan besar yang bisa didapat negara lewat pembentukan badan tersebut. Lembaga…

Prabowo, Keluhkan Anggaran

Prabowo, Keluhkan Anggaran

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Prabowo dalam rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026), menyoroti praktik berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal…