Home / Politik : ANALISA BERITA

Kontestasi Politik Harus Jadi Ajang Adu Program

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 25 Nov 2022 20:28 WIB

Kontestasi Politik Harus Jadi Ajang Adu Program

i

Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota DPR RI

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kontestasi politik harus menjadi ajang adu program untuk pembangunan bangsa. Bahwa, kontestasi politik adalah pilihan program pembangunan yang terbaik dalam upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, bukan pilihan identitas yang mengancam keutuhan bangsa,.

Menurut saya, pesan-pesan yang bermuatan politik identitas harus dicegah karena bisa berdampak buruk bagi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: 4 Menteri Jokowi akan Dikonfirmasi MK Jumat

 Sebelumnya, seruan anti-politik identitas juga disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Surakarta, Senin (21/11) lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak menggunakan politik identitas dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam berkampanye.

Dia juga mengajak para anggota HIPMIuntukmengedepan kan ide dan gagasan karena Indonesia sudah merasakan cukup lama terkena dampak politik identitas.

Baca Juga: Soal Gibran Bisa Cawapres Bukan Prof Yusril, Diperdebatkan di MK

Saya tak heran jika Presiden Jokowi menekankan agar tidak ada politik identitas karena itu sudah menjadi isu global. Ini sudah menjadi isu politik dunia, terlebih dalam waktu 10 tahun terakhir. Bukan hanya di Indonesia, bukan hal yang tidak mungkin akan digunakan dalam kontestasi Pemilu 2024.

Saya pun sepakat politik identitas berbahaya dan bisa mengancam kemajemukan dan keberagaman yangmerupakan kekuatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ayo semua kalangan untuk menghentikan praktik-praktik politik identitas.

Baca Juga: Hotman Paris, Girang Sirekap tak Diperhitungkan KPU

Perlu upaya penguatan narasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

(Lewat keterangannya di Jakarta yang dikutip dari laman republika.com ditulis pada Kamis (25 November 2022).

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU