Pemasangan Portal Pasar Anom

Pemerintah Sumenep Terus Mendapat Desakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para aktivis, LSM dan Media, membahas kebijakan Pemerintah Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Para aktivis, LSM dan Media, membahas kebijakan Pemerintah Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM,  Sumenep - Terkait pemasangan portal pintu masuk pasar Anom yang direncanakan pemerintah Kab. Sumenep terus mendapat desakan dari berbagai aktivis.

Moh. Ali,  getol menyuarakan aspirasinya terkait kebijakan bupati yang salah dan tidak tepat sasaran.

"Saya tetap tidak terima atas nama masyarakat, sekalipun itu sudah menjadi kebijakan bupati dan anggota DPRD melalui perda atau perbup, karena mereka hanya mengkaji saja, tanpa tahu pasti bagaimana situasi pasar," terangnya.

Ia menyebut banyak kajian pemerintah yang salah dan hanya menghambur-hamburkan uang. “Ini uang negara, saya tidak tahu apakah hasil dari APBN atau APBD yang penting itu uang hasil dari rakyat,” pungkasnya.

Amiruddin dari LMR RI mengatakan pihaknya menyesalkan sikap pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat dengan dalih proyek telah dianggarkan dan disetujui DPRD. Ia menambahkan, seharusnya pemerintah sigap dan melakukan evaluasi jika mendapat laporan dari masyarakat.

"Pemerintah itu harus peka terhadap persoalan, sekecil apapun delik aduan masyarakat, harus segera ditanggapi, jangan hanya manggut-manggut saja, dan mempertahankan kebijakannya sendiri," jelasnya.

Sementara A. Juhri pegiat sosial dan jurnalistik Sumenep, lebih mengajak para aktivis dan masyarakat termasuk pemerintah untuk lebih bersikap santun dalam menghadapi persoalan.

"Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, biarkan pemerintah bekerja, kita hanya sebagai control dan pengawasan saja, bila ditemukan kejanggalan, ajaklah musyawarah dan lakukan pelaporan kepada pihak yang berwajib," ujarnya.

Ia menambahkan para warga dan aktivis diminta gara segera berkirim surat kepada yang bersangkutan dalam hal ini Kadis agar digelar audiensi untuk segera menyelesaikan permasalahan. Menurutnya jika masyarakat terus menceari kesalahan pemerintah, hal itu tidak akan pernah selesai.

Sementara, Kepala Dinas DKUPP Kab. Sumenep, Chainur Rasyid SE, MM, mengatakan, banyak berterima kasih kepada teman-teman yang membantu mengawasi pekerjaannya.

"Saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah berkenan memberikan masukan dan kontrol terhadap pekerjaan pemerintah Sumenep," tukasnya.

Mengenai yang pasar Anom, “Saya hanya berbuat sesuai dengan perintah, apalagi keberadaan pasar Anom bukan milik saya bukan warisan Mbah saya,” pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…