Home / OlahRaga : Catatan H Raditya M Khadaffi

Messi, Anak Pekerja Pabrik Besi yang Menakjubkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 19 Des 2022 20:27 WIB

Messi, Anak Pekerja Pabrik Besi yang Menakjubkan

i

Selebrasi ikonik Diego Armando Maradona saat meraih Piala Dunia tahun 1986, dipaksa oleh rekan-rekan Lionel Messi untuk diperagakan kembali dengan diarak di dalam stadion, usai menjadi Juara Piala Dunia 2022.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menakjubkan! Lionel Messi, mencetak gol di babak tambahan waktu partai final Piala Dunia 2022 Qatar saat melawan Prancis, Minggu (18/12/2022). Andai saja tidak ada penalti Kylian Mbappe di injury time babak tambahan waktu. Argentina bisa langsung meraih Piala Dunia.

Namun, situasi berbeda. Penalti Mbappe membuat skor babak tambahan waktu sama kuat, 3-3. Alhasil, dilanjutkan pada babak adu pinalti. Messi sebagai eksekutor pertama Argentina, tak bisa dihalau kiper Perancis, Hugo Lloris. Plus dua tendangan penalti pemain Prancis bisa digagalkan kiper Argentina Emi Martinez.

Baca Juga: Ahli-ahli Beberkan Rasionalitas Dugaan Pemilu tak Jurdil

Ini yang membuat Argentina mengungguli Prancis dan menjadi juara untuk kali ketiga sebagai juara Piala Dunia, atau bila dalam bahasanya Spanyolnya Argentina yakni "Campeones del Mundo 2022" .

Argentina sebelumnya menjadi kampiun edisi 1978 dan edisi 1986. Kali ini, bisa menambah bintang tiga di jerseynya usai menjadi pemenang Piala Dunia 2022 di benua Asia.

Menurut media dari AS, juara Piala Dunia 2022 menerima uang sebesar 42 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 655 miliar).

Hal yang menurut saya impresifnya gol Messi, selain dicetak di menit ke 108 babak tambahan waktu. Ia juga tak sia-siakan menjadi algojo penalti. Ini merupakan gol ke-7, La Pulga--julukan Messi-- sepanjang gelaran Piala Dunia 2022.

Final Minggu malam yang berakhir Senin dini hari kemarin, tergambarkan dari layar TV, Lusail Iconic Stadium di Qatar terasa panas dan menegangkan. Para suporter kedua tim sama sama larut dalam ketegangan.

Final edisi 2022 kali ini, saya akui sebagai laga final terbaik sepanjang saya memperhatikan sejak tahun 1982. Seru, fantastis, dan membuat olahraga jantung. Saya sebagai pecinta sepakbola dunia, merasa dimanjakan.

Messi memukau pada sepak bola modern. Padahal Argentina, bukan pengembang bola sepak modern. Justru sepak bola dikembangkan oleh bangsa Inggris. Di dalam stadion, Senin dinihari kemarin, dikumandangkan lagu "Vamos, vamos, Argentina".

Inilah lagu pembakar semangat Tim Tango di Piala Dunia 2022. Lagu ini membantu Lionel Messi dkk berjuang menaklukan Perancis di final Piala Dunia 2022.

Lionel Messi jadi Player of the Match dengan dua gol dan satu assist. Akhirnya, Lionel Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 2022.

 

***

 

Laga final dini hari kemarin bukan lagi sebuah hiburan dari lapangan hijau. Sepak bola telah  menjadi kompetisi yang menhasilkan pemenang. Sepak bola modern era Messi telah memperkokoh sebagai industri di sektor olahraga.

Saya amati, secara teknik, Messi lihai melakukan mengecoh lawan. Ia tidak sekadar melakukan umpan-umpan belaka.

Messi, saya anggap cerdik dalam melakukan teknik mengecoh lawan. Beberapa kali mampu menembus barikade pertahanan Perancis. Kepiawaian Messi ditunjukan melalui dribbling atau pergerakan individu pemain.

Tampilan Messi dini hari kemarin menunjukan ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja. Lebih dari itu, Messi, memiliki penguasaan teknik, taktik yang baik dan seorang visioner dalam membagikan suplai bola dan mengatur strategi di lapangan.

Penerapan teknik dan taktik bermain yang baik Messi ini telah membantu tim selama di lapangan. Gambaran yang saya saksikan dengan ada dua hal ini, tim Argentina yang dipimpinnya dapat menembus pertahanan dan menciptakan peluang, hingga menciptakan gol

Mungkin tidak hanya saya saja, bisa jadi seluruh pecinta sepak bola di dunia, mengakui cara Messi mengecoh lawan. Terutama melalui dribbling dalam menggiring bola. Messi, saya akui mempunyai ciri khas dalam mengecoh lawan sambil berliuk-liuk di tengah lapangan dan sorak sorai pendukungnya.

Saya--jujur--sebagai fans sepakbola Jerman, kali ini mengakui bahwa Lionel Messi sebagai 'dewanya sepakbola modern' setelah Diego Armando Maradona. Dan ini menjadikan tahunnya Lionel Messi, khususnya bersama timnas Argentina. Sebab dalam dua tahun terakhir bisa mempersembahkan tiga piala bergengsi, yakni Copa America 2021, Finalissimo 2022 dan Piala Dunia 2022.

 

Baca Juga: Saksi Ahli Bisa Temukan Kecurangan, dari Kebenaran Ilmiah

***

 

Lionel Messi dilahirkan, ketika itu nyaris tidak ada yang menyangka bahwa anak yang lahir di Rosario ini kelak akan menjadi idola di Argentina, bahkan dunia.

Mungkin juga tidak akan ada yang menyangka anak seorang pekerja pabrik besi ini akan menjadi salah satu pemain sepakbola terbaik yang pernah ada di muka bumi. Juga tidak akan ada yang menyangka bahwa anak itu terlahir, dengan dianugerahkan kemampuan menari-nari di atas lapangan hijau yang sangat ajaib.

Messi dan keluarganya tak boleh pongah, kehebatan Messi, ada campur tangan dari Tuhan sang Khalik.

Pecinta sepak bola dunia yang beragama yakin kemampuan bermain sepakbola yang dimiliki Messi adalah sebuah pemberian dari Allah SWT sejak ia lahir (talenta). Kemudian ditempah oleh proses latihan panjang yang dilaluinya.

Sadar atau tidak, kemampuan yang dimiliki Messi merupakan gabungan antara pemberian lahir dan proses latihan di usia dini.

Ini kemampuan ajaib Messi dari hasil gabungan antara takdir tuhan dan usaha yang dilakukannya dalam hidup. Diakui atau tidak, Tuhan sepertinya memang sudah menyiapkan Messi untuk mendatangkan keajaiban di lapangan hijau.

Dunia mengakui, Lionel Messi sudah menjadi bintang yang sangat berbakat dalam mengolah si kulit bundar. Messi telah meraih gelar Ballon d'Or sebanyak tujuh kali saat bersama klub lamanya Barcelona.

Pada 2020 lalu, ia menjadi pemain sepak bola pertama yang menerima Laureus Award for Best Sportsman of the Year. Ini penghargaan yang diterima Messi dengan juara Formula 1 tujuh kali Lewis Hamilton.

Saat ini tahun 2022, Messi genap berusia 35 tahun. Piala Dunia yang diadakan di Qatar, bisa jadi turnamen Piala Dunia kelima Messi. Dan mungkin yang terakhir baginya. Namun, Messi sendiri masih belum mau berhenti bermain untuk Argentina. Dirinya masih ingin mempersembahkan gelar bagi tim Tango.

Baca Juga: Otto Hasibuan, Komentari Perbandingan Hukum, Mengapa Sedih

Diberitakan The Sun, Messi kini punya jet pribadi mewah seharga 12 juta Poundsterling atau sekitar Rp 229 miliar.

Situs Forbes memprediksi jumlah penghasilan Messi sebesar 1,15 miliar dollar AS. Menurut laporan Paris Saint-Germain (PSG), Messi menempati urutan ketiga dalam daftar 20 pesepakbola paling kaya pada 2022.

Kekayaan Messi diperkirakan mencapai USD400 juta (sekira Rp5,7 triliun).  Dalam catatan PSG, Messi hanya kalah dari mantan pemain Manchester United dan Inggris, David Beckham dan rival abadi La Pulga, Cristiano Ronaldo.

Menurut laporan Goal International, 28 April 2022 lalu, Messi diperkirakan menerima USD35 juta hingga USD41 juta (sekira Rp506 miliar hingga Rp593 miliar) per musim dari PSG. Itu sesuai dengan kualitas Messi sebagai pemilik tujuh trofi Ballon dOr.

Kabarnya kekayaan Messi tidak hanya bersumber dari lapangan hijau. Messi juga punya sumber pendapatan lain yang membuatnya kaya raya. Antara lain dari produk-produk terkenal dunia sebagai bintang iklan.

Messi kabarnya menerima pendapatan yang lumayan besar dari beberapa produk terkenal di dunia, seperti Pepsi, Gillette dan Turkish Airlines.

Praktis, Lionel Messi merupakan atlet dengan bayaran termahal di dunia versi Forbes. Total pendapatan yang didapatkan di lapangan diperkirakan mencapai US$75 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun (kurs 15.620). Sedang pendapatan di luar lapangan sebesar US$ 55 juta atau sekitar Rp 859 miliar.

Pendapatan di luar lapangan juga didapatkan Messi dari berbagai endorsement. Ia mendapatkan US$ 20 juta per tahun atau sekitar Rp 312 miliar per tahun dengan bekerja sama dengan platform cryptocurrency Socios.

Selain itu, ia juga melakukan endorsement untuk berbagai brand seperti Adidas, Budweiser, dan Pepsi Co. Pada bulan Juni lalu, Messi menjadi atlet pertama yang menjadi brand ambassador Hard Rock International.

Praktis, Lionel Messi merupakan atlet dengan bayaran termahal di dunia versi Forbes. Total pendapatan yang didapatkan di lapangan diperkirakan mencapai US$75 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun (kurs 15.620) dan pendapatan di luar lapangan sebesar US$ 55 juta atau sekitar Rp 859 miliar.

Dilansir dari Insider, Minggu (18/12/2022), gaji Messi di PSG mencapai US$ 35 juta per tahun atau sekitar Rp 546 miliar per tahun. Berarti ia dibayar US$ 738.000 per minggu atau US$ 105.000 per hari atau US$ 8.790 per jam. Tercatat, kapten timnas Argentina mengantongi US$ 25 juta atau sekitar Rp 390 miliar saat dia bergabung dengan PSG musim panas lalu. Luar biasa di anak ajaib dari Argentina di dunia sepak bola modern. Sekali lagi, selamat Messi, selamat Argentina. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU