Mengenal Sosok Plt Kacabdindik Sumenep, Ali Affandi dan Cara Kerjanya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Kacabdindik Kab. Sumenep, Ali Affandi, S.Pd, MT. SP/Dok. Istimewa
Plt Kacabdindik Kab. Sumenep, Ali Affandi, S.Pd, MT. SP/Dok. Istimewa

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Mengenal sosok Plt Kacabdindik Sumenep, Ali Affadi, S.Pd, MT. yang saat ini menjadi Kacabdindik Kab. Sampang. Pria kelahiran 74 di Bojonegoro, itu mengaku baru satu tahun menjabat sebagai Kacabdin dan bertugas di Kota Sampang, sebelumnya bertugas di sekretariat provinsi.

"Saya tugas pertama di Kacabdin Sampang, dan baru satu tahun menjabat kacabdin, kemudian diberikan tugas tambahan di Kacabdin Sumenep, dan baru dua hari ini saya jadi Plt. Kacabdin Sumenep," tegasnya.

Selain itu juga, ia menyampaikan bahwa status pekerjaannya itu hanyalah perpanjangan tangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sesuai dengan instruksi dari Disdik Provinsi.

"Saya hanya menjalankan tugas dari gubernur dan Disdik Provinsi, jadi pekerjaannya tinggal menjalankan saja, sesuai dengan instruksi dan perintah pimpinan, apalagi sebagai Plt," ungkapnya.

“Makanya, kemarin ada pak Kacabdin, Pak Syamsul, saya langsung tanya mengenai PR saya yang harus dikerjakan saya selama jadi Plt," sambungnya.

“Jadi untuk saat ini saya masih ke Sampang dan Ke Sumenep, jadi fleksibel saja, bisa tiga hari disini dan dua hari di Sampang, tinggal ngatur jadwal saja dulu, namanya sudah tugas, memang harus dijalani sebagai amanah dan tanggungjawab sebagai Aparatur sipil Negara (ASN),” jelasnya.

Disoal, terkait lembaga pendidikan SMA/SMK di Kab. Sumenep, tidak hanya ada di daratan, tapi juga ada di Kepulauan yang harus ditempuh menggunakan kapal berlayar. 

Namun, Plt. Kacabdin Sumenep, mengaku ingin tahu beberapa sekolah di kepulauan meski harus berlayar, hanya saja, karena baru dua hari kerja, apalagi saat ini masih cuaca ekstrim dan gelombang besar, jadi masih nunggu waktu. Kilahnya

"Saya masih dua hari kerja disini mas, saya juga ingin tahu beberapa sekolah di kepulauan, hanya katanya, masih cuaca ekstrim dan gelombang dahsyat, mungkin lain kali"

Sekarang yang terpenting,  kata dia, bekerja dengan baik dan fokus, terus membangun komunikasi yang baik dengan siapapun, itu adalah modal untuk membangun peradaban.

"Saya senang berteman dengan siapapun, dan welcome untuk siapapun, makanya bekerjasama yang baik, agar memberikan solusi terbaik dari segala hal."

Tentu sambungnya, sebagai orang baru yang tidak mengenal peta wilayah dan adat istiadat di Kab. Sumenep, masih harus banyak belajar memahami lingkungan dan masyarakatnya.

"Bahasa Madura saya masih agak kasar, di Sampang dan di Sumenep, bahasa Maduranya tidak sama, kalau di Sumenep, bahasanya sangat santun, mungkin karena dulunya di sini adalah Kerajaan atau Keraton".

Disinggung masalah kinerja ke depan wajah pendidikan di Kab. Sumenep, pihaknya mengaku hanya menjalankan perintah Gubernur Jawa Timur.

"Santai saja Mas, saya hanya menjalankan perintah, terserah kebijakan beliau, saya hanya perpanjangan tangan beliau," pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …