SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Truk tangki pengangkut bahan kimia HCL yang melakukan pengisian di Chemical Plant PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk mengalami kebocoran pada bagian tangki penampungan.
Cucuran bahan kimia HCL menyembur keluar disertai kepulan asap putih. Tak pelak, kejadian tersebut membuat panik sopir dan petugas keamanan PT Tjiwi Kimia.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, sebab brigade kebakaran perusahaan langsung tanggap melakukan penanganan kebocoran bahan kimia berbahaya tersebut.
Aksi tanggap regu khusus pemadam kebakaran pabrik kertas Tjiwi Kimia ini dipertontonkan dalam simulasi penanganan kebocoran bahan kimia HCL saat apel dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional tahun 2023, di halaman PT Tjiwi Kimia Tbk, Jalan Raya Surabaya - Mojokerto KM 44, Sidoarjo, Kamis (12/1) pagi. Humas PT Tjiwi Kimia,
Beny Haryawan kepada Surabaya Pagi mengatakan simulasi ini bertujuan agar semua waspada dan tidak panik ketika terjadi kebocoran bahan kimia. Mengingat produksi Tjiwi Kimia salah satunya adalah HCL.
"Ketika kita memproduksinya, sudah menjadi kewajiban kita untuk melakukan penanggulangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan ini bagian dari sistem manajemen K3. Alhamdulillah sejauh ini memang tidak pernah kejadian, malah kita sering dimintai tolong customer luar," tegasnya.
Ia menyebut, sejak tahun 2007 lalu, Tjiwi Kimia berperan aktif dalam melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan.
Tak hanya itu, pabrik kertas yang berdiri di Indonesia sejak tahun 1972 ini menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja, sehingga dapat mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
"Kita rutin melakukan evaluasi penerapan K3 ini, ada evaluasi tiga bulanan dan evaluasi semesteran. Tujuannya untuk melihat, mana yang perlu di benahi dan mana yang harus di pertahankan atau bahkan di tingkatkan," ungkapnya.
Atas komitmennya dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PT Tjiwi Kimia Tbk mendapatkan penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kategori gold dari Provinsi Jawa Timur.
"Peringatan Bulan K3 Nasional ini menjadi momentum luar biasa dalam memaknai keselamatan kerja. Kita gugah semua elemen pabrik mulai dari manajeman , serikat pekerja, surveyor, kontraktor dan pekerja lapangan untuk peduli keselamatan kerja," pungkasnya.
Sementara itu, Head and Safety Manager PT Tjiwi Kimia Tbk, Ruwi mengatakan angka kecelakaan kerja meningkat sedikit dibanding tahun 2021 lalu.
"Kita akan terus berupaya bagaimana meminimalkan atau bahkan meniadakan kecelakaan kerja. Harapan kita tahun 2023 ini zero accident," tukasnya. Dwi
Editor : Redaksi