Curhat Venna Soal Suami Keduanya

"Ferry Berubah Jadi Monster"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen Venna Melinda ditemani dua anaknya, saat tampil di acara TV, Senin (16/1/2023) pagi
Momen Venna Melinda ditemani dua anaknya, saat tampil di acara TV, Senin (16/1/2023) pagi

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bagi saya, suami yang baik itu pasti akan gentle. Artinya bila berbuat salah mengakui kesalahannya. Khusus Ferry Irawan, ia justru berusaha cuci tangan dan berbohong.

Misal dia gentle, mungkin saya akan maafin saat itu. Dia selalu minta maaf untuk buat saya bahagia. Tapi bukan itu. Jangan jadi orang manipulatif. Selama ini saya taru kepercayaan saya, nyawa saya dan anak-anak saya ke dia. Saya bangga saya masih diselamatkan sama Allah dan bisa bicara.

Sebagai istri sebenarnya saya akan menerima kekhilafan suami. Namun, apa yang dilakukan Ferry Irawan sudah cukup bagi saya untuk berpisah.

Jujur, pernyataan Ferry Irawan saat kejadian yang membuat saya yakin untuk berpisah. Apalagi saya dalam kondisi hidung berdarah-darah dan lari dari kamar hotelnya, Ferry diam tak menolong.

Saya pasrah karena pada hari Minggu lorong hotel sepi. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang petugas kebersihan.

Saya masih ingat betul, hal pertama (setelah melepaskan tindihan) dia mau melap darah di hidung saya. Saya tidak izinkan, saya ambil handphone dia rampas lagi. Saya ambil telepon mau telepon resepsionis, diambil lagi.

Qadarullah, itu darah deras, saya punya kekuatan, saya lari ke luar, 'Tolong saya, tolong saya.' itu hari minggu mungkin tamu sudah pada sarapan, di depan hotel ada car free day musik keras banget. Ada mbak-mbak janitor di ujung, saya bilang 'Tolong panggil polisi.. Ehh Ferry malah suruh mbak-mbak itu menjauh. Tapi yang ada di pikiran aku, aku ambil HP biar bisa foto untuk bukti.

Masya Allah, dalam keadaan seperti itu, Ferry Irawan sempat kembali melakukan kekerasan dengan mendorong saya ke dinding.

Alhamdulillah, pada saat itu petugas janitor datang bersama pihak hotel.

Di situlah Ferry Irawan memasang wajah santai dan mengatakan apa yang terjadi dengan Venna Melinda bukan perbuatannya. Heran! Ferry Irawan malah mengaku tak tahu apa-apa.

Dia bilang ini bukan perbuatan saya, saya nggak melakukan apa-apa.'

Di situ saya mencatat sebagai point dia itu adalah laki-laki nggak jujur.

Bahkan saat ada kanit dari Polres datang, dengan gayanya dia masih bilang, 'Ini bukan perbuatan saya, saya nggak tahu apa-apa. Di detik itu juga saya tahu dia bukan imam yang baik, dia bukan imam yang saya cari selama 9 tahun ini.

Di saat itu juga dia mungkin masih bisa bilang saya jedukin sendiri kepala saya ke tembok. Saya bersyukur, saya masih bisa lari minta tolong. Saya masih bisa menghubungi orang terdekat saya.

Ini sudah lebih satu Minggu kejadian dan saya masih merasakan takut usai terjadinya KDRT oleh Ferry Irawan. Bahkan saat tertidur berkali-kali saya harus mengecek pintu rumah saya.

Praktis sudah 4 hari, setiap kali mau tidur takut. Padahal sudah dikunci, cek lagi, cek lagi, nggak bisa mikir agak kurang konsen.

Saat masi ingat, Ferry Irawan kerap memiting saya saat dia tak bisa memberikan apa yang sang suami mau berikan.

Kini, di apa -apakan, saya sudah tak kuat dan sebagai perempuan saya selama ini tak pernah menuntut apa pun dari dia.

Aku tidak pernah menuntut secara finansial. Kalau ada orang bilang soal finansial bukan, soal kekerasan fisiknya.

Saat itu dia dorong lagi ke sudut tembok. Di situ aku, 'ingin mati aku.' Aku nggak tahu kenapa aku tatap matanya Ferry? dan aku bilang, 'Bi jangan bunuh aku. Inget kamu punya ibu, kamu punya adik perempuan.' Di situ mata Ferry Irawan berubah.

Saya tak bisa membayangkan apabila saya benar-benar pingsan atau meninggal saat itu. Saya berpikir bisa saja Ferry membuat cerita lainnya.

Kini saya bersyukur masih mendapat kesempatan hidup.

Saya berterima kasih kepada Hotman Paris yang mau mendampinginya. Saya gandeng Bang Hotman, bukan mencari sensasi.

Juga saya melapor bukan mau cari sensasi, saya nggak di titik itu. Saya yakin Allah punya makna besar, keadilan bisa didapat di kantor polisi. Saya bilang, 'Bang bisa bantu saya? Saya nggak mau lagi ada perempuan ketakutan karena dia (perempuan) sendiri yang bisa menolong dirinya sendiri.' Kalau melawan penjahat mungkin saya bisa bersiap, tapi ini suami sendiri yang memang kita cintai. Dia bisa berubah jadi monster, nyawa saya hampir sampai di titik di ujung.

Saya bilang saya nggak malu melaporkan kejadian itu ke polisi. Biarkan Allah yang balas, saya nggak ngerti hukum, peristiwa ini nyata. Aku dikasih kesempatan hidup kita harus fight untuk KDRT ini, nggak semua perempuan bisa mudah bercerita dan mengungkap ini, saya nggak peduli cemooh, saya yang bisa menyelamatkan diri saya sendiri. n rmc

 

*) Cerita Venna Melinda di "Pagi Pagi Ambyar" Trans TV, Senin (16/1/2023).

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…