Home / Hukum dan Kriminal : Tak Sepatutnya Eliezer Dituntut 12 Tahun

Rekan Eliezer di Brimob Geruduk Pengadilan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 25 Jan 2023 20:06 WIB

Rekan Eliezer di Brimob Geruduk Pengadilan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada hal menarik saat sidang pembacaan pledoi Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Rabu (25/1/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Meski Eliezer belum mendapat giliran membaca nota pembelaan, sejumlah pria berambut cepak yang mengklaim rekan seangkatan Korps Brimob dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, sejak Rabu siang sudah menggeruduk gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Mereka meski tidak berseragam Brimob, tapi memakai baju hitam.

Mereka tampak kompak, dan penuh solidaritas. Puluhan rekan sejawat Bharada Richard Eliezer yang tergabung dalam satuan Brimob langsung merangsek ke ruang sidang. Sayang yang mengisi ruang sidang tim penasihat hukum Putri.

Baca Juga: Dipenuhi Kejanggalan, Saksi Perampokan Tragis di Desa Imaan Gresik Ditemukan Tewas di Kebun Jagung

Sidang pembacaan pledoi Eliezer sendiri, baru dimulai Rabu (25/1/2023) pukul 20:00 WIB.

Mereka menyatakan geruduk ruang sidang untuk mendukung Eliezer yang sedang menghadapi proses hukum terkait kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Puluhan orang itu memakai kemeja hitam bertuliskan 'XLVI WATUKOSEK 2019'.

Mereka memenuhi ruang sidang utama PN Jaksel. Salah satu teman Eliezer, Muhammad Iqbal Fauzi, mengatakan mereka datang ke PN Jaksel untuk memberi dukungan kepada Eliezer.

 

Brimob Bharapana Nusantara

"Kami dari letingnya Bharada E, Bharapana Nusantara, datang ke sini untuk mendukung Richard Eliezer untuk dibebaskan. Kalau bisa, bergabung lagi bersama kami," ujar Iqbal.

Iqbal berharap hakim membebaskan Eliezer dari tuntutan hukum. Selain itu, ada karangan bunga yang terlihat berada di depan PN Jaksel. Karangan bunga itu bertuliskan 'Selesaikan Tugas dengan Kejujuran karena Kita Masih Bisa Makan dengan Garam'.

 

Tidak Sepatutnya 12 Tahun

Iqbal Fauzi menilai tidak sepatutnya Richard dituntut 12 tahun karena ia sudah memberikan keterangan jujur.

“Menurut saya tidak pantas. Dia sudah melakukan kejujuran karena kejujuran di atas segalanya. Masa kejujuran tidak ada harganya?” kata Iqbal kepada wartawan di PN Jakarta Selatan.

 

Karangan bunga Teman Elizier

Menurut Muhammad Iqbal Fauzi, Richard Eliezer adalah keluarga baginya dan rekan-rekan yang tergabung dalam Bharapana Nusantara 46.

Baca Juga: Dituduh Curi 2 Dus Mie Instan, Pria Asal Cimahi Tewas Dikeroyok Massal

Ia menilai, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ingin menghukum 12 tahun Richard Eliezer tidaklah pantas.

“Kalau menurut saya sebagai saudaranya, saya menganggap bukan temannya tapi saya saudaranya, karena dari awal kami dibentuk jadi Korps Brimob Polri bareng-bareng,” kata Muhammad Iqbal Fauzi.

Juga ada tulisan di karangan bunga itu termuat nama Bharapana 46 Korps Brimob Polri. Ini adalah nama angkatan atau leting Eliezer di Brimob untuk angkatan 2019.

 

Tuntutan Lukai Rasa Keadilan

Sebelumnya, Ronny Talapessy telah mengajukan nota pembelaan atas kliennya dari tuntutan yang diberikan oleh JPU di sidang tuntutan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Terima kasih Yang Mulia, atas tuntutan saudara Jaksa penuntut umum yang melukai rasa keadilan masyarakat. Maka kami tim penasihat hukum bersama terdakwa akan mengajukan nota pembelaan,”

Ujar penasihat hukum terdakwa Elizier, Ronny Talapessy dalam persidangan sebelumnya.

Baca Juga: Kejanggalan Kematian Tragis Ibu Muda di Gresik Tewas Dirampok, Gelagat Ekspresi Suami Mulai Disorot

Pendukung Elizier datang sejak pagi hari. Mereka langsung memenuhi ruang sidang.

 

Fans Eliezier Lebihi Wartawan

Mantan ajudan Ferdy Sambo itu mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Mulai puluhan polisi satu lettingnya yang tergabung dalam Bharapana Nusantara 46, juga perempuan berhijab yang mengatasnamakan "Eliezer's Angels".

Praktis pengunjung yang hadir saat itu rata-rata para ibu-ibu yang merupakan fans dari Richard Eliezer. Selain rekan seliting Elizier di Brimob.

Rombongan ibu-ibu tersebut tampak rela berdiri di dalam ruang sidang meski tak mendapat tempat duduk. Ada ibu-ibu yang sesekali berswafoto beramai-ramai.

Eliezer's Angels mendominasi ruangan sidang. Jumlahnya lebih banyak dari para awak media yang meliput di dalam ruang sidang. Sampai magrib, baik fans Eliezer's Angels maupun rekan seliting Elizier di Brimob, tidak membuat kegaduhan. n erc/jk/cr6/cr4/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU