Hotman Paris: Venna Tak Akan Berdamai

Venna Serahkan Bukti Medis ke Polda Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Venna Melinda ditemani pengacaranya Hotman Paris, menunjukkan beberapa bukti medis saat dirawat di RS Mitra Keluarga di Surabaya, setelah mendapat KDRT dari Ferry Irawan. SP/Ariandi
Venna Melinda ditemani pengacaranya Hotman Paris, menunjukkan beberapa bukti medis saat dirawat di RS Mitra Keluarga di Surabaya, setelah mendapat KDRT dari Ferry Irawan. SP/Ariandi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Kasus KDRT yang dilakukan suami isteri selebriti Venna Melinda dan Ferry Irawan, memasuki pembuktian. Venna yang diantar Hotman Paris ke Polda Jatim, Kamis (26/1/2023) telah menyerahkan bukti medis kondisi hidung dan rusuknya.

Venna Melinda datang mengenakan blazer dengan motif leopard dan hijab putih. "Venna menyerahkan semua bukti-bukti medis. Baik mengenai keadaan hidung saat itu maupun rusuknya yang sampai sekarang masih sakit," kata Hotman Paris Hutapea, Kamis (26/1/2023).

Hotman Paris mengatakan apa yang dikeluhkan Venna Melinda soal kondisi tubuhnya akan dibuktikan dengan hasil pemeriksaan medis. Hotman menyentil soal semua yang Venna Melinda ucapkan berdasarkan bukti. "Itu akan dibuktikan secara medis. Jadi bukan dengan fitnahan-fitnahan," tegas Hotman Paris.

 

Minta Bukti Patah di Hidung

Sementara pengacara Ferry Irawan, Jeffry Simatupang menantang Venna Melinda memberikan bukti adanya patah di hidung. Apabila tidak ada soal patah tulang dan pemukulan, mereka sudah mempersiapkan strategi untuk membela Ferry Irawan.

"Kita harus fokus, benar nggak sih terjadi penganiayaan? Benar nggak sih ada pemukulan? Sekali lagi kami menekankan kalau tidak ada hidung yang patah kami memohon pada Polda Jawa Timur untuk menerapkan Pasal 44 ayat 4 Undang-undang PKDRT ancaman hukumannya hanya 4 bulan. Kalau ancamannya 4 bulan Pak Ferry tak perlu dilakukan penahanan," kata Jeffry Simatupang, Kamis.

"Sekali lagi tidak ada kami memfitnah siapapun, kedua kami memegang kok fakta-fakta terkait perkara Bogor. Tetapi, sekali lagi ketika Pak Ferry dipojokkan Pak Ferry juga akan membuka sebuah kebenaran," kata pengacara Ferry Irawan.

 

Venna Tak Mau Damai

Sedangkan, dari pemanggilan kedua belah pihak, baik Venna dan Ferry di pemeriksaan tambahan, Kamis kemarin, dipastikan deadlock. Venna Melinda tidak akan berdamai dengan Ferry Irawan soal KDRT ini.

Hotman menyebut tanpa ada perdamaian dan tetap akan lanjut proses gugatan cerai. "Tidak ada mediasi. Tidak ada perdamaian. Akan cerai juga," tegas Hotman.

Selain itu, Hotman Paris juga meminta agar Ferry Irawan tidak dilepas dari penjara setelah Polda Jatim melakukan penahanan terkait dugaan KDRT itu.

"Memohon agar orang ini (Ferry Irawan) jangan dilepas dari tahanan karena merupakan bukti bahwa perjuangan wanita yang menjadi korban KDRT sudah mulai berhasil. Juga jangan dilepas sampai ke pengadilan nanti," tegas Hotman Paris di Polda Jawa Timur, Kamis (26/1).

 

Hotman Ancam Polisikan Ferry

Sementara, terkait ancaman kubu Ferry Irawan yang akan membongkar 'rahasia' kasus Venna di Bogor bila tidak mau berdamai, direspon pengacara Venna Melinda.

"Sehubungan dengan adanya melalui medsos ancaman psywar yang mengatakan bahwa 'kalau kau tidak mau damai gue akan bongkar kasus di Bogor'. Tidak ada kasus di Bogor. Kalau memang ada kasus di Bogor, buktikan!," kata Hotman

"Lagi pula, pantas enggak sih seorang ayah kepada yang selama ini mengatakan mau damai-mau damai, tapi dia mau coba mengait-kaitkan pakai alasan kasus," kata Hotman.

"Kalaupun ada atau tidak terkait dengan anak tirinya, enggak ada. Kalau ada, buktikan. Tapi kalau bohong, kita akan langsung laporkan, nanti bakal ada lagi yang ditahan orang kedua. Makanya, buktikan," kata Hotman Paris.

 

Ditekan Gunakan Dahi

Seperti diketahui, kasus KDRT yang dilakukan Ferry kepada Venna, pada 12 Januari 2023, Venna Melinda di Polda Jatim menjelaskan penyebab hidungnya sampai bercucuran darah. Venna Melinda mengalami luka di hidung dan bercucuran darah karena ditekan menggunakan dahi.

"Jadi saat itu saya bilang, 'Tolong-tolong nanti patah hidung saya.' Jadi begitu dia dengar saya bilang 'patah' itu langsung dilepas dahinya dari hidung saya. Baru darah itu mengucur seperti air," ungkap Venna Melinda saat itu. "Saya bisa lari keluar koridor hotel, ada yang nolongin depan lift dan kaget lihat saya berdarah," sambungnya.

Venna Melinda juga sempat membeberkan detik-detik dirinya mendapat kekerasan dari Ferry Irawan saat berada di hotel Kediri saat mengisi program Pagi Pagi Ambyar pada 16 Januari 2023.

Semua berawal karena Venna Melinda dan Ferry Irawan cekcok. Saat itu Ferry Irawan yang mengancam akan meninggalkan, ditantang balik oleh Venna Melinda. "Oke kalau mau tinggalin, sekarang aja tinggalin. Aku cuma mau kerja aja susah banget. Di situ dia angkat badan saya, dia dorong ke tempat tidur, dia tindih badan saya maka badan saya tidak dapat bergerak, kaki bagian bawah dikunci, dia tekan tulang hidung saya. Seperti menghitung sakitnya dari satu sampai 10 kayak orang sakit dari satu, dua, tiga (dari pelan sampai kencang)," beber Venna Melinda menahan tangis.

Saat itu Venna Melinda khawatir hidungnya sampai patah. Dia berteriak meminta Ferry Irawan menyetop tekanan dahinya di hidung. "'Bi ini patah hidung ku, hidung ku bisa patah.' Begitu dia lepasin (tekanan dahinya) darah ngocor. Hal pertama yang dia mau lakuin adalah mengelap darahnya," sambung Venna Melinda.

Bahkan saat berada di Polda Jatim, Venna Melinda meminta Ferry Irawan mengakui tindakannya. Ini bukan kali pertama Venna Melinda mengalami kekerasan dari Ferry Irawan.

'Abi akui nggak? Oh kalau nggak ngaku berani nggak demi Allah, demi Rasulullah?'" tantang Venna Melinda. n ari/erc/jk/rmc

Berita Terbaru

KPK Geledah Rumah Dirut PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sita Catatan Keuangan dan Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Dirut PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sita Catatan Keuangan dan Satu Handphone 

Rabu, 08 Apr 2026 21:25 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 21:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama (Dirut) PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sutrisno, dan menyita satu …

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – KPK kembali menggeledah pejabat di Kota Madiun. Kali ini rumah Dirut Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, Suyoto, jadi sasaran, …

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI, Madiun- ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik KPK m…