Golkar Jatim Ingin Kenalkan Jasa Soeharto ke Generasi Muda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengajian dan Doa bersama dalam rangka peringatan Haul ke 15 Almarhum Presiden Soeharto di Masjid DPD Golkar Jatim, kemarin. SP/Riko Abdiono
Pengajian dan Doa bersama dalam rangka peringatan Haul ke 15 Almarhum Presiden Soeharto di Masjid DPD Golkar Jatim, kemarin. SP/Riko Abdiono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jasa Almarhum Presiden Soeharto sebagai pemimpin besar Indonesia kembali diangkat oleh Partai Golkar Jawa Timur. Tak hanya ingin memperjuangkan kembali gelar Pahlawan Nasional saja, Golkar Jatim akan memperkenalkan seluruh ideologi Presiden yang dikenal dengan sebutan Bapak Pembangunan itu kepada Generasi muda.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim M Sarmuji mengatakan  Presiden RI Ke-2 HM Soeharto adalah pemimpin besar yang patut dikenang jasa-jasanya dan diwariskan kepada generasi muda bangsa. Ia mengakui jika setiap pemimpin ada kekurangan, tapi kelebihannya patut untuk dilestarikan. "Ketika pemimpin itu sudah berakhir, maka tugas kita adalah mengenang kebaikannnya sekaligus mewarisi semangat para pendahulu kita untuk berjuang kepada bangsa ini," terang Sarmuji di sela Doa Bersama peringatan 15 Tahun wafatnya Presiden Soeharto di kantor Jl A Yani Surabaya, akhir pekan lalu (26/1/2023).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga mengakui para generasi tua sudah pasti mengenal Soeharto. Namun anak-anak muda (milenial) atau generasi Z barangkali tidak mengenal. Padahal beliau sebenarnya layak untuk dicatat oleh bangsa ini untuk selama-lamanya. "Bahkan jasa Pak Harto pada bangsa ini sebenarnya layak untuk mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari bangsa ini, generasi saat ini dan yang akan datang harus mengenal kebaikan beliau," ungkap Sarmuji. 

Sarmuji menceritakan  zaman sebelum transisi dari pemerintahan Pak Karno (Soekarno Presiden RI pertama) ke Pak Harto hingga awal pemerintah Soeharto bangsa ini benar-benar mengalami krisis sandang, pangan dan papan. Namun berkat Revolusi Hijau yang digagas Pak Harto, bangsa Indonesia menjadi murah sandang pangan bahkan menjadi negara yang swasembada pangan sejak 1984 dan bertahan cukup lama. "Itu salah satu prestasi beliau, belum prestasi-prestasi yang lainnya. Di zaman Pak Harto kita disegani oleh bangsa-bangsa dunia," jelasnya.       

Menurut Sarmuji di jaman pemerintahan Pak Jokowi harus diakui juga telah melakukan lompatan-lompatan besar dengan membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan jalan tol dimana-mana sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia. 

"Pak Jokowi punya jasa besar, demikian juga para pemimpin sebelumnya. Tugas kita pada pendahulu yang sudah wafat adalah mengenang jasa beliau sekaligus mewarisi semangatnya untuk membangun bangsa," tegasnya. 

Sarmuji menyebut kegiatan (pengajian) seperti ini sekaligus untuk mengingatkan bahwa ada orang yang haulnya sering kita lupakan. Bahkan mungkin hanya Partai Golkar yang melakukan haul kepada Pak Harto. "Kalau Bung Karno, Gus Dur sudah banyak orang memperingati haulnya. Tapi ada satu pemimpin besar bangsa ini yang hampir terlupakan bahkan saat wafatnya pun jarang orang yang memperingati," beber Sarmuji.

Kegiatan pembacaan Yasin dan Tahlil bersama dipimpin Gus Zaman Syuyuti berlangsung secara khidmat. Sedangkan ceramah agama disampaikan oleh KH Imam Hambali pengasuh Ponpes Al Jihad Surabaya. Dalam tausyaihnya, Kiai Hambali mengingatkan bahwa  Likulli Sai'in Maziah artinya setiap orang itu memiliki kelebihan itu karena itu adalah sunatullah. Begitu juga dengan para pemimpin bangsa ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan termasuk Almarhum Soeharto. 

Bagi Kiai Imam Hambali, pesan Pak Harto yang terkenal dan layak dikenang hingga sekarang adalah sebuah pepatah Jawa yaitu dadi  wong urip ojo kagetan, ojo ngumunan lan ojo dumeh. Pepatah tersebut sejatinya merupakan saripati dari kalimat La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyyil Adhim. "Orang kagetan itu pertanda tidak ikhlas dan kurang bersyukur. Padahal orang yang ikhlas itu ditakuti syetan," jelasnya. rko

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Menkeu: Jangan Ejek Ekonomi Kita Jelek, Lihat 20 Tahun Lagi

Menkeu: Jangan Ejek Ekonomi Kita Jelek, Lihat 20 Tahun Lagi

Senin, 23 Feb 2026 20:03 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan banyak warga yang mengejek situasi ekonomi Indonesia saat ini jelek,…